Pemasangan reflektor jalan dan kaca cembung di Dusun Kampir. Foto:ist
Kendal. EDUKASIA.ID - Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 Posko 209 UIN Walisongo Semarang melalui pemasangan reflektor jalan dan kaca cembung di Dusun Kampir, Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Kepala Dusun Kampir tersebut berlangsung pada Sabtu hingga Senin 29 Agustus 2026.
Pemasangan dilakukan di RT 01 hingga RT 05 Dusun Kampir, tepatnya pada akses jalan menuju permukiman warga. Jalan tersebut menjadi salah satu jalur yang cukup sering dilalui masyarakat. Namun, minimnya penerangan pada malam hari serta kondisi jalan yang memiliki sejumlah tikungan membuat jarak pandang pengendara terbatas dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan perhatian dari aspek keselamatan jalan. Hasil pengamatan kemudian menjadi dasar penentuan lokasi pemasangan reflektor dan kaca cembung.
Kegiatan pemasangan dilaksanakan dalam dua waktu, yakni pukul 08.00–11.00 WIB dan dilanjutkan pada pukul 20.00-22.00 WIB. Reflektor dipasang sebagai penanda jalan yang dapat memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga membantu pengendara mengenali arah dan batas jalan ketika kondisi minim pencahayaan.
Sementara itu, kaca cembung ditempatkan pada titik tikungan yang memiliki keterbatasan jarak pandang. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pengendara melihat kendaraan atau pengguna jalan lain dari arah berlawanan sebelum memasuki tikungan. Dengan demikian, pengendara dapat lebih waspada, mengurangi kecepatan, dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Kepala Dusun Kampir, Suryanto, menyampaikan bahwa keberadaan reflektor dan kaca cembung sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
“Pemasangan reflektor dan kaca cembung ini sangat bermanfaat bagi pengguna jalan. Mengingat di jalan tersebut cukup sering terjadi kecelakaan, adanya fasilitas ini diharapkan dapat membantu pengguna jalan dan mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Suryanto.
Menurutnya, pemasangan fasilitas keselamatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada 4 titik yang telah dipasang. Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan di sejumlah lokasi lain yang dinilai rawan kecelakaan.
“Ini baru dipasang di empat titik, sementara jalan Kampir yang di desa Sudipayung masih banyak tikungan tajam. Harapannya, titik-titik yang berbahaya dan sering terjadi kecelakaan dapat segera dipasangi reflektor dan kaca cembung,” tambahnya.
Suryanto juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang telah merespons kebutuhan masyarakat melalui program tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah dipasang dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Hal senada disampaikan Koordinator Desa, Irfan Aji Afriyansayah, Menyampaikan bahwa pemasangan reflektor dan kaca cembung merupakan langkah sederhana yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap keamanan masyarakat yang melintas, khususnya pada malam hari.
“Harapannya, fasilitas ini dapat meminimalisir risiko kecelakaan, mengingat kondisi jalan di Dusun Kampir yang masih minim penerangan serta memiliki beberapa tikungan dan jalur yang berbelok-belok. Dengan adanya reflektor dan kaca cembung, pengendara diharapkan dapat lebih mudah melihat kondisi jalan dan kendaraan dari arah berlawanan sehingga dapat berkendara dengan lebih aman dan berhati-hati,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga berkoordinasi dan melibatkan masyarakat setempat. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting agar fasilitas keselamatan yang telah dipasang dapat dijaga dan dirawat secara bersama-sama.
Program ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik, tetapi juga bentuk respons mahasiswa terhadap persoalan yang ditemukan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui fasilitas yang sederhana dan mudah dimanfaatkan, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.