Farhan dan istri, bersama Ketua SETIA WS Dr. Uswatun Marhamah, M.S.I. Foto Arief
Semarang. EDUKASIA.ID - Memilih perguruan tinggi untuk anak merupakan keputusan penting yang membutuhkan banyak pertimbangan, serti halnya dengan Farhan, seorang hakim di Pengadilan Agama Grobogan. Ia bahkan mempercayakan empat anaknya untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (SETIA WS) Semarang.
Kepercayaan itu tidak lahir tanpa alasan. Menurut Farhan, SETIA WS mampu menjawab kebutuhan anak-anak yang ingin kuliah sambil menjalani aktivitas pekerjaan maupun usaha.
“Banyak anak-anak kami yang sudah bekerja, punya aktivitas masing-masing, sehingga kalau kuliah di perguruan tinggi reguler sering kali sulit. Alhamdulillah SETIA WS memberikan solusi,” ujar Farhan saat mewakili wali wisudawan dalam Wisuda ke-35 SETIA WS Semarang Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Grasia Semarang, Selasa 1 Agustus 2026.
Di sela kegiatan wisuda, Farhan menceritakan bahwa seluruh anaknya berkuliah di kampus yang sama. Tiga anak memilih Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), sementara satu anak lainnya mengambil Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Empat anak saya kuliah di sini semua,” katanya.
Farhan mengungkapkan, sejak anak-anaknya lulus dari jenjang aliyah, ia tidak hanya mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga membiasakan mereka terjun langsung ke dunia kerja dan usaha.
“Anak-anak saya itu memang saya latih untuk usaha dulu. Yang penting kita membekali anak langsung terjun kerja. Kalau pendidikan formalnya di SETIA WS,” ujarnya.
Pola pendidikan keluarga tersebut dijalankan bersama sang istri, Solehah, yang sehari-hari menjalankan usaha dagang dari rumah. Dari usaha itulah, anak-anak mereka, termasuk keponakan belajar mengenai kemandirian dan tanggung jawab sejak usia muda.
“Justru dari saya jualan, anak-anak saya latih untuk jualan,” tutur Solehah.
Kuliah dan pengalaman kerja bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya justru dapat berjalan beriringan selama tersedia sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa.
Farhan menilai fleksibilitas perkuliahan menjadi salah satu alasan utama dirinya mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada SETIA WS. Ia melihat model pembelajaran yang diterapkan kampus tersebut memungkinkan mahasiswa tetap mengembangkan karier tanpa harus meninggalkan pendidikan formal.
Pendekatan itu, menurutnya, terbukti memberikan hasil positif. Salah satu anaknya kini berprofesi sebagai penghulu, sementara anak lainnya telah berstatus aparatur sipil negara (ASN).
“Yang penting anak-anak punya bekal kerja dan pendidikan. Jadi berjalan bersama,” katanya.
Sebagai orang tua, Farhan berharap ilmu yang diperoleh anak-anaknya selama kuliah dapat menjadi bekal untuk mengabdi kepada agama, masyarakat, dan negara.
“Semoga ilmu yang didapat anak-anak kami menjadi ilmu yang bermanfaat, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, agama maupun masyarakat dan negara,” ujarnya.
Ia juga berharap SETIA WS terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas perannya dalam melayani masyarakat.
“Semoga ke depan berkembang menjadi institut, bahkan universitas,” harapnya.
Kisah Farhan, Hakim PA Grobogan Percayakan Empat Anaknya Kuliah di SETIA WS Semarang
Selasa, September 01, 2026
0
Bagikan ke aplikasi lainnya





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.