Ketua Yayasan Al-Jami'ah Al-Masyhariyah, Drs. Agus Chrismoro, M.Pd. Foto Arief.
Semarang. EDUKASIA.ID – Yayasan Al-Jami'ah Al-Masyhariyah Semarang menargetkan Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (SETIA WS) Semarang kembali beralih status menjadi institut sebagai bagian dari penguatan perguruan tinggi yang telah berdiri selama 44 tahun.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Al-Jami'ah Al-Masyhariyah Semarang, Drs. Agus Chrismoro, M.Pd, usai menghadiri Wisuda ke-35 SETIA WS Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Grasia Semarang, Selasa 1 September 2026.
Agus mengatakan, momentum wisuda kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan kepemimpinan baru di SETIA WS yang untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang perempuan sejak kampus tersebut berdiri.
“Ini ketua SETIA WS yang baru seorang ibu (perempuan). Baru sekali dalam sejarah, sejak 44 tahun berdiri, ada perempuan yang menjadi pimpinan,” ujar Agus.
Menurutnya, yayasan menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru tersebut untuk mendorong peningkatan status kelembagaan kampus.
“Harapan kami dengan ketua baru ini segera alih status dari sekolah tinggi kembali lagi menjadi institut. Kalau sudah institut, ke depannya tentu kita ingin menjadi universitas,” katanya.
Selain mendorong pengembangan kelembagaan, yayasan juga berharap para wisudawan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama masa kuliah.
“Kita harapkan mereka mampu mengaplikasikan ilmunya, di samping untuk karier juga bisa menjadi teladan masyarakat dan menjadi khairul ummah,” ujarnya.
Kampus Mandiri di Penggaron
Agus menjelaskan, salah satu langkah besar yang sedang dilakukan yayasan adalah memperkuat kemandirian perguruan tinggi melalui pengembangan kampus tersendiri di kawasan Penggaron, Semarang.
Menurutnya, selama puluhan tahun perguruan tinggi berada dalam satu kompleks dengan unit pendidikan lain milik yayasan, yakni SMP, SMA, dan SMK Walisongo.
“Memang sejak awal kampusnya bersama SMP dan SMA. Kemudian tahun 2010 ada SMK sehingga semakin padat,” katanya.
Saat menjadi pengurus yayasan pada 2022, pihaknya mengambil keputusan untuk memisahkan perguruan tinggi dari satuan pendidikan menengah agar pengelolaannya lebih fokus.
“Perguruan tinggi harus mandiri karena rumah tangganya berbeda dengan sekolah. Maka kami sepakat memindahkan kampus ke Penggaron dan ternyata perkembangannya lebih bagus dan lebih signifikan,” ujarnya.
Saat ini, kampus baru tersebut terus dibenahi dengan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
“Kami akan terus melengkapi fasilitas. Sudah cukup lengkap, tetapi memang belum sempurna,” kata Agus.
Miliki Lahan Lebih dari 4.000 Meter Persegi
Untuk mendukung pengembangan kampus, yayasan telah menyiapkan aset lahan yang cukup luas. Agus menyebut lahan kampus di Penggaron memiliki luas lebih dari 4.000 meter persegi dan sedang dalam proses penyelesaian wakaf.
Selain itu, yayasan juga memiliki lahan bersertifikat di wilayah Genuk yang digunakan untuk mendukung pengembangan satuan pendidikan lainnya.
“Yang di Penggaron sedang proses wakaf. Tinggal penandatanganan di KUA. Sementara yang di Genuk sudah bersertifikat atas nama yayasan,” jelasnya.
Adapun kompleks pendidikan Walisongo yang lama tetap dimanfaatkan untuk kegiatan SMP, SMA, dan SMK Walisongo Semarang.
Fokus Meningkatkan Kesejahteraan SDM
Di bawah pengelolaan yayasan saat ini, pengembangan kelembagaan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia.
Agus mengatakan Yayasan Al-Jami'ah Al-Masyhariyah menaungi puluhan guru dan tenaga kependidikan tetap, serta ratusan tenaga pendidik dan karyawan secara keseluruhan.
“Amanah dari pembina kepada kami adalah memajukan lembaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru, dosen, dan karyawan,” katanya.
Berdasarkan data yayasan, terdapat sekitar 56 tenaga tetap pada satuan pendidikan yang dikelola yayasan. Jumlah tersebut bertambah menjadi hampir 100 orang jika termasuk tenaga tidak tetap. Sementara di lingkungan SETIA WS sendiri terdapat sekitar 50 dosen dan tenaga kependidikan.
Dengan penguatan kampus mandiri, kepemimpinan baru, serta target alih status menjadi institut, Yayasan Al-Jami'ah Al-Masyhariya optimistis SETIA WS Semarang dapat berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang semakin diperhitungkan di Jawa Tengah.
“Motivasi kami tetap sama, yaitu memajukan lembaga pendidikan dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” pungkas Agus.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.