Kopertais Jateng: Minat Kuliah Tinggi, Kampus Swasta Harus Tanggap

Moh. Miftahul Arief
0
Ilustrasi. Wisuda SETIA WS. Foto Arief.

Semarang. EDUKASIA.ID - Tingginya kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana dinilai menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi swasta, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam. Namun, peluang itu hanya bisa dimanfaatkan jika kampus mampu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan calon mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Dr. KH. Anasom, M.Hum., usai menghadiri Wisuda ke-35 Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (SETIA WS) Semarang, Selasa 1 September 2026.

Menurut Anasom, perguruan tinggi swasta justru memiliki keunggulan dibanding perguruan tinggi negeri dalam hal fleksibilitas mengembangkan program dan model pembelajaran.

“Perguruan tinggi swasta itu bisa membuat inovasi-inovasi yang lebih bebas. Saya kira itu harus dilakukan,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan masyarakat saat ini menunjukkan semakin banyak lulusan sekolah maupun pesantren yang ingin mengenyam pendidikan tinggi.

“Sekarang masyarakat sudah memiliki gairah untuk paling tidak mencapai S1. Yang dari pesantren juga akhirnya ingin kuliah. Yang semula tidak kuliah akhirnya ingin kuliah. Nah, itu harus ditangkap,” katanya.

Menurut Anasom, perubahan kebutuhan masyarakat tersebut harus direspons dengan strategi yang tepat. Salah satunya melalui model pembelajaran yang lebih fleksibel bagi mahasiswa yang sudah bekerja.

Ia mencontohkan penyelenggaraan kuliah daring, kuliah luring, maupun kombinasi keduanya sebagai alternatif yang bisa dikembangkan perguruan tinggi swasta.

“Misalnya ada mahasiswa yang bekerja. Itu harus difasilitasi. Ada kuliah daring, ada kuliah offline, dilakukan semua itu. Gabungan-gabungan itu untuk menguatkan perguruan tinggi swasta,” jelasnya.

Inovasi Jadi Kunci


Anasom menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh jumlah mahasiswa, tetapi juga kemampuan mengembangkan tiga pilar utama pendidikan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Mana yang kurang dari sisi tridarma perguruan tinggi itu harus ditambah dan dikuatkan,” ujarnya.

Ia mendorong kampus-kampus swasta untuk terus melakukan pembaruan kurikulum, metode pembelajaran, hingga pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, persoalan apakah suatu program studi dianggap jenuh atau mengalami kelebihan lulusan harus didasarkan pada kajian akademik yang komprehensif.

“Kalau memang perlu dikembangkan, ya dikembangkan terus dengan inovasi. Kalau perlu ada jurusan atau fakultas baru, ya kembangkan juga berdasarkan kajian,” kata Anasom.

Secara khusus, Anasom mengapresiasi perkembangan yang telah dicapai SETIA WS Semarang dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kampus tersebut menunjukkan kemajuan yang baik dan memiliki peluang untuk terus berkembang.

“Saya kira ini sudah luar biasa. Sejak dulu perkembangannya juga sudah bagus,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan lembaga pendidikan harus ditopang oleh kekompakan seluruh elemen kampus, mulai dari yayasan, pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan.

“Penting semua dosennya, semua yayasannya, semuanya rukun, bersatu, dan optimis. Saya kira itu salah satu kunci kesuksesan,” tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top