Jumlah Penerima Insentif Guru Keagamaan di Kota Semarang Naik

Redaksi
0
Walikota Semarang. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID -Pemerintah Kota Semarang meningkatkan jumlah penerima insentif atau bisyaroh bagi guru keagamaan dan para pelayan umat dari 6.572 orang pada 2025 menjadi 9.992 orang pada 2026. Penambahan sebanyak 3.420 penerima tersebut setara dengan kenaikan 52,04 persen.

Peningkatan jumlah penerima bisyaroh itu disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melalui Plt Asisten 2 Yudi Hardianto saat menghadiri Istighosah Akbar dan Napak Tilas Sejarah Santri Kota Semarang di Pondok Pesantren Salafi Luhur Dondong, Mangkang, Jumat 30 Oktober 2026.

Dikatakan, peningkatan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Semarang terhadap para pendidik keagamaan dan pelayan umat yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat.

"Perhatian kepada para pendidik dan pelayan umat merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, pelayanan keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat. Mereka menjalankan pengabdian yang manfaatnya dirasakan jauh melampaui ruang kelas maupun tempat ibadah," ungkapnya.

Secara rinci, penerima bisyaroh guru Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) meningkat dari 3.000 menjadi 4.000 orang atau naik 33,33 persen. Guru Madrasah Diniyah (Madin) bertambah dari 1.000 menjadi 1.390 orang atau naik 39 persen.

Sementara itu, penerima dari kalangan Guru Sekolah Minggu (GSM) meningkat signifikan dari 250 menjadi 1.000 orang atau naik 300 persen. Perawat jenazah atau modin bertambah dari 600 menjadi 1.000 orang, sedangkan marbot dan petugas kemakmuran masjid meningkat dari 531 menjadi 885 orang. Masing-masing mengalami kenaikan 66,67 persen.

Pada 2026, Pemkot Semarang juga memperluas cakupan penerima dengan memasukkan kategori baru, yakni enam pendidik keagamaan Buddha dan 320 tenaga pendidik yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA).

Ditegaskan, dukungan terhadap pendidik keagamaan tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan program yang berkelanjutan.

Melalui peningkatan bisyaroh tersebut, Pemkot Semarang berharap pengabdian para pendidik keagamaan dan pelayan umat semakin mendapat perhatian serta mampu memperkuat kehidupan keagamaan dan kerukunan masyarakat Kota Semarang.

Peningkatan jumlah penerima insentif bagi marbot, penjaga rumah ibadah, guru ngaji, guru madrasah diniyah, guru sekolah minggu, dan tenaga pendidik keagamaan lainnya tidak terlepas dari komitmen politik Agustina Wilujeng sejak masa kampanye Pilkada 2024. Program pemberian insentif bagi para pengabdi keagamaan tersebut merupakan salah satu dari 11 program unggulan pasangan Agustina-Iswar untuk periode kepemimpinan 2025–2030.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top