
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Foto Pemrov Jateng.
SEMARANG, EDUKASIA.ID – Santri di Jawa Tengah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
Fasilitas ini tidak hanya mencakup kampus di dalam negeri, tetapi juga perguruan tinggi di Yaman, Mesir, hingga China.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, dukungan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
Program beasiswa itu menyasar santri yang ingin melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Walisongo Semarang, UIN Salatiga, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Bantuan juga diberikan kepada mahasantri Ma'had Aly yang berada di lingkungan pondok pesantren. Hingga saat ini, sebanyak 420 mahasantri tercatat memperoleh fasilitas beasiswa sampai menyelesaikan pendidikan.
"Kalau ada program yang sudah baik pada pemerintahan sebelumnya, kita lanjutkan. Yang masih kurang kita lengkapi. Termasuk apresiasi kepada anak-anak yang menghafalkan Al-Qur’an, insentif guru agama, dan sekarang kita tambahkan beasiswa bagi santri, yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah," jelasnya saat menghadiri Haflah Khotmil Qur’an ke-XV, Qiro’ah Sab’ah, serta Haul KH M Saifulloh dan Nyai Hj Siti Mutmainah, di halaman Pondok Pesantren Sabilul Huda, Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu, 1 November 2026.
Selain beasiswa, Pemprov Jateng melanjutkan program insentif bagi guru agama melalui program Pesantren Obah. Pemerintah juga membuka kesempatan bagi guru madrasah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan ke perguruan tinggi. Proses rekrutmen dan seleksi peserta masih berlangsung.
2.000 Hafiz Terima Tali Asih
Perhatian pemerintah terhadap pesantren juga diwujudkan melalui pemberian tali asih atau bisyarah bagi penghafal Al-Qur'an. Taj Yasin menyebut lebih dari 2.000 hafiz dan hafizah di Jawa Tengah telah menerima bantuan senilai Rp 1 juta per orang hingga 2026.Bantuan diberikan kepada santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an. Pesantren tidak perlu mengajukan proposal untuk mendapatkan fasilitas tersebut.
Pihak pesantren cukup menyampaikan undangan kegiatan wisuda dan menunjukkan bahwa santri bersangkutan telah menuntaskan hafalan Al-Qur'an dengan disaksikan kiai atau pembimbingnya.
"Ini bentuk apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberadaan pondok pesantren. Santri yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an mendapatkan tali asih sebesar Rp1 juta per orang," ujar Taj Yasin.
Taj Yasin berharap bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah tidak berhenti pada peningkatan akses belajar. Para penerima beasiswa diharapkan kembali ke pesantren setelah lulus dan mengamalkan ilmu yang diperoleh.
Pengabdian tersebut bisa dilakukan dengan menjadi tenaga pengajar, mengembangkan kegiatan ekonomi dan UMKM pesantren, atau memberikan pelayanan sesuai bidang keahlian masing-masing. Pelaksanaannya dapat menyesuaikan kebutuhan pesantren dan arahan para kiai.
Menurut Taj Yasin, santri kini memiliki kesempatan mendalami berbagai bidang ilmu di luar pendidikan agama, termasuk teknik dan kedokteran.
Dalam kesempatan itu, dia juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya menghafal Al-Qur'an, tetapi turut menjaga kemuliaannya melalui bacaan, pemahaman, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia berharap pendidikan yang ditempuh para santri di Pondok Pesantren Sabilul Huda menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi masyarakat.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.