Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan SK pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Foto Pemprov Jateng.
Semarang. EDUKASIA.ID - Suasana haru menyelimuti Stadion Jatidiri, Semarang, saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan SK pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Sebanyak 13.111 honorer resmi naik status, menjadikan Jateng sebagai daerah dengan jumlah PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia.
“Penerimaan ini tidak gampang. Mereka melalui tahap seleksi. Hari ini SK turun, saya ucapkan selamat,” tegas Luthfi, ditulis Jumat 12 Desember 2025.
Ia menekankan, SK yang diterima bukan sekadar formalitas.
“SK ini harus jadi motivasi dalam meningkatkan kinerja. Jangan sampai hasil jerih payah dan kesabaran pudar setelah dapat SK. Harus lebih rajin nanti,” tandasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kanreg 1 Yogyakarta. Dengan pengangkatan ini, total ASN Pemprov Jateng kini berjumlah 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK, serta tambahan PPPK Paruh Waktu yang baru menerima SK.
Di balik seremoni itu, ada kisah panjang para guru honorer yang akhirnya berbuah manis. Salah satunya Feni Ekomawati, guru asal Kecamatan Mijen, Demak. Ia mulai mengajar pada 2017 di sebuah SMK swasta di Pati, dengan semangat yang tak pernah padam meski honor terbilang kecil.
Pada 2021, Feni dinyatakan lolos seleksi PPPK. Namun formasi belum tersedia, membuatnya menunggu hingga tahun berikutnya tetap tanpa kepastian.
“Kami bersama rekan-rekan yang lain melakukan berbagai upaya. Mulai audiensi, aksi damai di 2023 dan 2024, hingga aksi lanjutan di Jakarta pada Agustus 2025. Kami hanya ingin dihargai. Kami punya keluarga untuk dinafkahi, tapi kami tetap memilih mengabdi demi murid-murid kami,” kata Feni.
Penantiannya terbayar saat Pemprov Jateng mengumumkan pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Feni mengaku tidak kuasa menahan haru.
“Walaupun paruh waktu, kami sangat bersyukur. Penantian kami akhirnya terjawab,” ujarnya. Ia kini ditempatkan di SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak.
Kebahagiaan serupa dirasakan Supriadi, guru PPKn yang 15 tahun mengajar di SMK Al-Ma’arif Demak. Ia pernah tiga kali mencoba CPNS dan tak berhasil. Di seleksi PPPK 2021 pun penempatan belum tersedia.
“Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus nyari sambilan. Tapi saya tetap bertahan, karena mengajar adalah panggilan,” ungkapnya.
Kini ia resmi menyandang status PPPK Paruh Waktu dan ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak.
“Ini penghargaan besar bagi kami. Semoga ke depan bisa meningkat menjadi penuh waktu, bahkan PNS,” harapnya.
Para guru menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng, khususnya Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, atas perhatian terhadap kesejahteraan tenaga honorer.
“Terima kasih, Pemprov Jateng akhirnya memperhatikan kami,” ujar mereka.
Dengan status baru ini, semangat para guru untuk mengabdi kembali menyala. Mereka yakin langkah ini menjadi bagian penting menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
“Semakin bersemangat mengabdi, terutama turut serta mewujudkan Indonesia Emas 1945,” tutur mereka.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.