Kuliah Ditiadakan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Fokus Bantu Korban Banjir

Ma'rifah Nugraha
0
UIN Ar-Raniry juga mengerahkan mahasiswa sebagai relawan untuk penanganan banjir. Foto Kemenag.

EDUKASIA.ID - UIN Ar-Raniry Banda Aceh resmi menerapkan relaksasi pembelajaran menyusul banjir hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor tertanggal 4 Desember 2025 yang menetapkan perkuliahan ditiadakan pada 1–13 Desember dan kembali berjalan 15 Desember 2025 dengan pola pembelajaran paling sederhana.

Mahasiswa terdampak tidak diwajibkan hadir, sementara dosen diminta menyesuaikan penilaian.

Relaksasi pembelajaran hanya salah satu dari rangkaian respons kampus terhadap situasi darurat.

UIN Ar-Raniry juga mengerahkan mahasiswa sebagai relawan untuk penanganan banjir di Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan sejumlah wilayah lainnya.

Rektor Mujiburrahman menegaskan keterlibatan mahasiswa bukan sekadar aksi sosial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral kampus.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Saya ingin mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi turun langsung membantu masyarakat, terutama di masa sulit seperti ini,” ujarnya dalam rapat pimpinan, Senin, 8 Desember 2025.

Untuk memperkuat peran mahasiswa di lapangan, kampus tengah memfinalisasi regulasi pengakuan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) bagi relawan.

Rektor telah menugaskan LP2M merampungkan mekanisme apresiasi agar aktivitas kerelawanan terdokumentasi dan dapat diakui secara akademik.

Ia menyebut sejumlah orang tua mahasiswa sempat mempertanyakan status kuliah anak mereka yang kini berada di lapangan.

“Ketika dijelaskan bahwa pengabdian relawan bisa diakui sebagai KPM, orang tua sangat senang,” katanya.

Sejak awal bencana, Mujiburrahman memimpin langsung penyaluran bantuan bagi hampir 5.000 mahasiswa terdampak. Bantuan dihimpun dari berbagai mitra serta Islamic Trust Fund (ITF) Ar-Raniry yang selama ini menjadi instrumen dukungan pendidikan dan sosial. Kampus juga menurunkan tim logistik ke sejumlah lokasi banjir.

“Relawan mahasiswa bekerja bersama aparatur gampong, lembaga kemanusiaan, dan alumni untuk menjamin bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Di beberapa titik KPM seperti Geudong Aceh Utara dan Bener Meriah, mahasiswa memilih bertahan selama masa darurat untuk membantu warga.

“Hanya tiga mahasiswa yang dievakuasi ke Banda Aceh menggunakan pesawat. Lainnya tetap di lapangan,” ujar Rektor.

Sejumlah fakultas, mulai dari Syariah dan Hukum, Tarbiyah dan Keguruan, Adab dan Humaniora, hingga Dakwah dan Komunikasi telah membuka posko tanggap darurat. Mahasiswa turun membantu pembersihan fasilitas umum, pendataan warga, hingga layanan psikososial untuk anak-anak.

Selain mengatur ulang perkuliahan, kampus juga meniadakan seremoni wisuda Februari. Penerbitan ijazah tetap berjalan, sedangkan pemotretan toga dijadwalkan pada Mei 2026. Semester berikutnya berlangsung 22 Februari–27 Juni 2026.

Di sisi lain, skema beasiswa khusus bagi mahasiswa terdampak sedang disiapkan.

“Tidak boleh ada mahasiswa UIN yang putus kuliah karena musibah ini. Seluruh kebijakan terkait penanganan banjir, termasuk pengakuan KPM relawan dan mekanisme bantuan, akan difinalisasi melalui Surat Keputusan Rektor,” tegas Mujiburrahman.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top