Mahasiswa UPI berhasil menyumbang total 14 medali dari tujuh cabang olahraga berbeda. Foto UPI.
Bandung. EDUKASIA.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencatatkan prestasi membanggakan di ajang SEA Games 2025 Thailand. Para atlet mahasiswa UPI berhasil menyumbang total 14 medali dari tujuh cabang olahraga berbeda.
Capaian tersebut diumumkan dalam kegiatan apresiasi yang digelar di Ruang Rapat Partere, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Jawa Barat, Senin, 12 Januari 2026.
Prestasi ini sekaligus menegaskan konsistensi UPI sebagai kampus unggul dalam pengembangan olahraga prestasi.
Sebagai bentuk penghargaan, UPI memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama dua semester kepada para atlet mahasiswa yang meraih medali di ajang internasional tersebut.
“Pembebasan UKT ini merupakan bentuk apresiasi universitas atas capaian prestasi tertinggi para mahasiswa di Sea Games,” ujar Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Yudhi Sukmayadi.
Selain pembebasan UKT, UPI juga berkomitmen memperkuat dukungan terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga. Dukungan tersebut mencakup peningkatan fasilitas, penyediaan perlengkapan, serta penguatan program latihan yang lebih terstruktur.
“Universitas akan berupaya meningkatkan fasilitasi, tidak hanya dari sisi peralatan dan perlengkapan, tetapi juga dukungan aktivitas yang terprogram agar di masa depan mahasiswa bisa lebih berprestasi,” tambah Prof. Yudhi.
Adapun 14 medali yang diraih atlet mahasiswa UPI berasal dari sejumlah cabang olahraga, di antaranya rowing, squash, baseball, hockey, dan football. Dari total capaian tersebut, dua medali di antaranya merupakan medali emas.
Ke depan, UPI menargetkan peningkatan perolehan medali melalui sistem pembinaan atlet yang lebih terencana dan berkelanjutan. Fakultas dan program studi didorong untuk aktif mengidentifikasi mahasiswa dengan potensi atletik sejak dini.
“Sebagai kampus yang leading and outstanding, kami akan terus berupaya agar capaian medali di tahun-tahun mendatang bisa lebih banyak. Kuncinya ada pada pembinaan dan pelatihan yang terprogram sejak dini,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI, Prof. Dr. Komarudin, M.Pd., menegaskan pentingnya optimalisasi sarana dan prasarana olahraga sebagai bagian dari peningkatan kualitas atlet.
“Dalam rangka peningkatan kualitas atlet, optimalisasi sarana dan prasarana juga menjadi prioritas, mulai dari lapangan latihan hingga alat pendukung cabang olahraga. Selain itu, UPI juga membuka ruang regenerasi atlet melalui kerja sama dengan lembaga pembinaan seperti Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC), yang para alumninya kini mulai diarahkan untuk melanjutkan studi dan pembinaan prestasi di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI,” ujarnya.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.