Bingung Awal Ramadhan Ikut Mana? Dosen Falak UIN Walisongo Beri Penjelasan

Redaksi
0
Dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, Dr. Muhammad Nurkhanif, MSI. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID – Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menyatukan perbedaan penentuan awal bulan Kamariah di Indonesia, terutama Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Namun hingga kini, perbedaan masih terus terjadi.

Hal itu disampaikan Dr. Muhammad Nurkhanif, MSI, dosen Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, dalam kajian ilmiahnya terkait problem penentuan awal bulan Kamariah.

Menurut Nurkhanif, pemerintah telah membentuk Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama, menerapkan metode imkanur rukyat baik versi lama maupun terbaru MABIMS, serta rutin menggelar sidang itsbat. Namun, seluruh upaya tersebut belum mampu mengakhiri perbedaan.

“Perbedaan penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah masih terjadi, seperti pada penentuan awal Ramadhan 1447 H yang akan datang,” jelasnya, sebagaimana ditulis dalam salah satu jurnal.

Ia menegaskan, perbedaan gagasan atau metode dalam penentuan awal bulan Kamariah pada dasarnya merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, hal itu tidak bisa dilepaskan dari perbedaan pendekatan antara hisab, rukyat, dan perkembangan sains astronomi.

Meski demikian, Nurkhanif mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam menyampaikan ide dan gagasan tersebut ke ruang publik. Sebab, jika tidak dikendalikan, perbedaan itu berpotensi memicu perpecahan di tengah umat.

“Perlu ada rem dalam penyampaian ide jika berdampak pada munculnya kemadharatan,” ujarnya.

Dalam konteks ini, ia menilai bahwa ketika ilmu pengetahuan dan teknologi astronomi belum sepenuhnya mampu menjembatani perbedaan, maka penetapan awal bulan Kamariah seharusnya dikembalikan kepada ulil amri atau pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Agama melalui sidang istbat.

Menurutnya, sains dalam penentuan awal bulan sejatinya berfungsi sebagai sarana kehati-hatian dalam beribadah, bukan sebagai sumber perpecahan.

Menolak kemadharatan akibat perbedaan metode dinilai lebih utama daripada sekadar mengejar kemaslahatan versi masing-masing kelompok.

Dengan demikian, Nurkhanif menegaskan bahwa apabila pemerintah sebagai ulil amri telah menetapkan awal bulan Kamariah, maka umat Islam yang berada di wilayah tersebut wajib tunduk dan mengikuti keputusan tersebut demi menjaga persatuan.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top