Dekan FITK UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag, berpose dengan guru besar dari FITK. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID – Sebanyak sepuluh dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menjalani prosesi pengukuhan sebagai Guru Besar, di Gedung Teungku Ismail Yaqub, Kampus 3, pada Sabtu (14/2/2026),
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dominan dengan menyumbangkan empat guru besar sekaligus dalam pengukuhan kali ini.
Keempatnya adalah Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag. – Guru Besar bidang Pendidikan Islam Multikultura, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag. –Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Fatkuroji, M.Pd. – Guru Besar bidang Manajemen Pemasaran Pendidikan, dan Prof. Dr. H. A. Umar, M.A. – Guru Besar bidang Kepakaran Manajemen Madrasah.
Menanggapi capaian tersebut, Dekan FITK UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., memberikan apresiasi sekaligus pesan cinta bagi para koleganya.
Menurutnya, gelar profesor adalah puncak gunung akademik yang harus diimbangi dengan kemanfaatan sosial.
"Gelar profesor merupakan capaian akademik tertinggi di perguruan tinggi. Namun, jabatan profesor bukanlah menara gading yang hanya indah dilihat dari jauh," tegas Prof. Fatah kepada EDUKASIA.ID.
Prof Fatah juga menekankan, legitimasi akademik ini harus bertransformasi menjadi solusi nyata di tengah masyarakat.
"Melalui karya-karyanya, para guru besar ini diharapkan dapat lebih kontributif untuk kesejahteraan dan kebaikan masyarakat, umat, bangsa, dan negara," imbuhnya
"Ilmu mereka harus membumi dan dirasakan manfaatnya secara luas," pungkas Prof Fatah.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.