Inisiator Revitalisasi Perpustakaan Jadi Guru Besar, MI Miftahul Akhlaqiyah Beri Selamat

Redaksi
0
Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag bersama Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif’an Ulil Huda, M.Pd (kanan) dan Kamad sebelumnya HM. Miftahul Arief, M.Pd. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - MI Miftahul Akhlaqiyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga Atas pencapaian akademik tertinggi sebagai guru besar pada Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag.

Pihak madrasah menilai gelar guru besar tersebut merupakan buah dari konsistensi Fahrurrozi dalam dunia literasi dan pendidikan Islam.

"Kami merasa bangga dan mengucapkan selamat atas pengukuhan guru besar Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag. Semoga menginspirasi bagi dunia pendidikan," tegas Rif’an, Sabtu 14 Februari 2026.

Prof Rozi merupakan satu sosok kunci di balik modernisasi perpustakaan di madrasah tersebut, termasuk mencatatkan prestasi membanggakan sebagai perpustakaan madrasah terbaik se-Kota Semarang.

Keterlibatan Fahrurrozi dimulai saat ia menjadi wali murid di MI Miftahul Akhlaqiyah.

"Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag adalah walimurid yang saat itu membantu kami menginisiasi revitalisasi perpustakaan hingga nyaman seperti sekarang. Bersama Kamad sebelumnya, HM. Miftahul Arief, Prof Rozi mengantarkan menjadi perpus madrasah terbaik se-Kota Semarang," ujar Rif’an.

Rif'an menambahkan, sentuhan akademisi Manajemen Pendidikan Islam tersebut telah mengubah wajah perpustakaan menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kiprah Prof. Fahrurrozi dalam membangun budaya literasi di MI Miftahul Akhlaqiyah ini sejalan dengan konsistensinya di dunia akademik.

Pria kelahiran Pamekasan, 16 Agustus 1977 ini, dikenal sebagai pakar yang menekankan pentingnya dukungan konkret orang tua terhadap pendidikan anak.

​"Sebagai orang tua, bagaimana kita membudayakan dengan hal-hal positif, termasuk di antaranya membaca dan menulis, itu adalah tanggung jawab kita," ungkap Prof. Fahrurrozi dalam sebuah kesempatan.

​Ia menekankan bahwa membangun budaya literasi tidak bisa hanya dilakukan dengan perintah, melainkan harus melalui pendampingan dan penyediaan fasilitas yang memadai.

Salah satu bukti nyatanya adalah pendampingan anak usia dasar hingga mampu menerbitkan buku.

Alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ini tercatat sebagai akademisi yang produktif dengan puluhan karya buku dan riset internasional terindeks Scopus.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top