Siswa MTs-MA Al-Arqom Sarirejo, Balen, Bojonegoro menanam 337 tunas pisang Cavendish di lahan wakaf madrasah. Foto ist.
Bojonegoro. EDUKASIA.ID - Sebentang tanah wakaf di balik gedung MTs-MA Al-Arqom Sarirejo, Balen, Bojonegoro kini tak lagi tandus. Tanah yang berbatasan langsung dengan hamparan sawah penduduk itu menjadi laboratorium hidup, sebanyak 337 tunas pisang Cavendish tertanam disana.
Program bertajuk "Membangun Karakter Pebisnis Tangguh dari Bangku Madrasah" ini adalah sebuah eksperimen pendidikan yang berani. Alih-alih hanya berkutat dengan teori ekonomi di papan tulis, para siswa diajak turun langsung ke lumpur.
Bagi M. Yasin, Kepala MA Al-Arqom, pendidikan karakter tidak cukup hanya disuapi lewat lisan. Ia percaya bahwa Outdoor Learning adalah laboratorium terbaik untuk menguji kemandirian dan integritas siswa.
"Ikhtiar membangun karakter anak didik tidak cukup hanya di bangku kelas. Kami sangat mendukung program ini karena pembangunan mental butuh pengamatan, perawatan, dan keterlibatan langsung," ungkap Yasin dengan nada bangga.
Langkah Al-Arqom memilih budidaya pisang bukanlah tanpa alasan filosofis. Mengingat 91% siswa mereka adalah anak petani, proyek ini menjadi jembatan emosional sekaligus praktis.
Madrasah ingin membuktikan bahwa menjadi petani bukan berarti tertinggal; dengan sentuhan kewirausahaan, pertanian adalah masa depan.
Di bawah komando Moch. Syaiful Bahri sebagai Ketua Tim Pengelola, para siswa tidak hanya diajarkan cara menanam. Mereka sedang menyusun business plan.
Dengan proyeksi omzet mencapai Rp25 juta pada tahun pertama, para siswa ini sedang belajar kalkulasi ekonomi riil, dari pengelolaan modal hingga mitigasi risiko pertumbuhan tunas.
Inti dari gerakan ini adalah pendampingan yang penuh kasih. Para pendidik, mulai dari jajaran kepala sekolah hingga waka kesiswaan, bertransformasi menjadi mentor sekaligus rekan kerja bagi para siswa.
Tidak ada jarak otoritas yang kaku, yang ada adalah kompetisi sehat antarkelompok untuk memberikan perawatan terbaik bagi tanaman mereka.
Tujuan besarnya pun mulia, mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Melalui "investasi jangka panjang" ini, Al-Arqom berharap lahir generasi Pelajar Pancasila yang Islami, yakni pribadi yang mandiri, jujur, dan memiliki ketahanan mental baja.
Saat ini, tunas-tunas Cavendish itu masih kecil, namun harapan yang ditanam bersamanya sangatlah besar. Diprediksi dalam 8 hingga 12 bulan mendatang, lahan ini akan menyambut panen raya perdananya.
Bagi keluarga besar Al-Arqom, setiap jengkal pertumbuhan pisang tersebut adalah rapor nyata dari keberhasilan kurikulum cinta yang mereka terapkan.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.