Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research (DbR) tahun 2026.
Jakarta. EDUKASIA.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka pendaftaran Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research (DbR) tahun 2026.
Program ini diselenggarakan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang riset dan inovasi.
Beasiswa tersebut dirancang untuk meningkatkan jumlah doktor di Indonesia melalui skema pendidikan yang berfokus penuh pada penelitian. Skema ini berbeda dengan program doktor reguler yang biasanya menitikberatkan perkuliahan di kelas.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, mengatakan program Degree by Research telah berjalan sejak 2022 dan terus berkembang hingga saat ini.
“Program Degree by Research (DbR) ini dimulai sejak 2022, jadi kami sudah mempunyai mahasiswa sampai saat ini, baik yang sudah lulus maupun yang sedang ongoing sebanyak 1.620,” ujar Ajeng dalam webinar sosialisasi, Jumat (13/3).
Menurut Ajeng, pemerintah menargetkan peningkatan rasio sumber daya manusia iptek secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan. Targetnya mencapai 5.000 SDM iptek per satu juta penduduk pada 2045, dengan sekitar 30 persen di antaranya berkualifikasi doktor.
Untuk tahun 2026, BRIN menyiapkan 250 kuota mahasiswa baru yang diprioritaskan pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Ajeng menjelaskan bahwa sistem pembelajaran pada program ini sepenuhnya berbasis riset dan kolaborasi. Mahasiswa tidak hanya dibimbing oleh promotor dari perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan peneliti BRIN sebagai co-supervisor.
“Program DbR ini berbasis penelitian dan kolaborasi. Kuncinya terletak pada sinergi antara periset BRIN sebagai co-supervisor dan dosen perguruan tinggi sebagai supervisor. Mahasiswa tidak lagi berjalan sendiri dengan promotor kampus, melainkan terintegrasi dalam kolaborasi penelitian tersebut,” jelas Ajeng.
Selain bimbingan riset, mahasiswa juga akan mendapatkan dukungan pendanaan penelitian sehingga dapat fokus menyelesaikan risetnya.
“Karena itu, nanti ada jaminan dari co-promotornya atau co-supervisor yang dari BRIN. Jadi mereka yang bertanggung jawab untuk menyediakan pendanaan risetnya. Bisa dari rumah program yang ada di BRIN, kemudian juga pendanaan riset, Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) ataupun yang lainnya,” tuturnya.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menegaskan kolaborasi antara LPDP dan BRIN merupakan upaya menyatukan kekuatan dalam pengembangan riset nasional.
Ia menjelaskan bahwa sejak 2021 LPDP meninggalkan pola kerja sektoral dan memilih memperkuat sinergi dengan BRIN untuk menghindari tumpang tindih program pendanaan.
“Kami yakin betul Indonesia tidak akan pernah maju tanpa industri yang kuat, dan industri tidak akan kuat tanpa riset yang mendalam. Oleh karena itu, LPDP mendukung penuh program DBR ini,” tegasnya.
“Kami bergerak dengan prinsip 'gaspol rem blong' untuk memastikan setiap sektor industri strategis, mulai dari energi hingga ekonomi kreatif, didukung oleh para pakar berbasis kaidah ilmiah. Sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian bangsa,” tambahnya.
Keberhasilan program ini juga tercermin dari pengalaman para alumninya. Salah satunya Rendy Muhammad Iqbal yang menyelesaikan studi doktoralnya di Universiti Teknologi Malaysia.
Rendy yang kini menjadi dosen di Universitas Palangka Raya mengaku mampu menuntaskan studinya dalam waktu kurang dari tiga tahun dengan berbagai capaian akademik.
“Berkat dukungan fasilitas laboratorium di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BRIN dan bimbingan intensif dari periset senior, saya mampu mempublikasikan tiga jurnal internasional bereputasi dan meraih Chancellor Award di luar negeri. Program DbR memungkinkan kita melakukan riset yang relevan dengan kebutuhan global, seperti teknologi membran untuk energi hidrogen yang saya tekuni, dengan dukungan penuh infrastruktur dalam negeri,” ungkap Rendy.
BRIN juga menyiapkan program lanjutan bagi para lulusan melalui skema post-doctoral selama dua tahun. Program ini ditujukan agar hasil riset para doktor baru dapat terus dikembangkan hingga berpotensi menghasilkan inovasi komersial maupun kebijakan publik.
Melalui kolaborasi BRIN dan LPDP, pemerintah berharap semakin banyak talenta muda Indonesia tertarik menekuni riset dan inovasi. Kehadiran peneliti unggul diharapkan mampu menghasilkan solusi ilmiah bagi berbagai tantangan pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.