Sowan Kyai. Foto IAIN Tuban.
EDUKASIA.ID - Momentum Idulfitri tidak hanya identik dengan silaturahmi keluarga. Di balik tradisi tersebut, ada nilai penting yang kerap terlewat, yakni menjaga hubungan dengan para guru, ustaz, hingga kiai.
Mengutip laman NU Online, dalam tradisi Islam, silaturahmi memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk terus menyambung hubungan, termasuk kepada orang-orang yang berjasa dalam kehidupan.
“Barangsiapa yang menginginkan rezekinya ditambah dan umurnya diperpanjang, hendaklah ia menjaga silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).
Sowan ke Guru, Bukan Sekadar Tradisi
Di kalangan pesantren, silaturahmi kepada guru atau kiai dikenal dengan istilah sowan. Tradisi ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi bagian dari menjaga sanad keilmuan dan adab seorang murid.Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah mengungkapkan pentingnya menghormati guru:
“Aku adalah hamba bagi orang yang mengajariku satu huruf.” (Ta'lim al-Muta'allim).
Tradisi ini juga diperkuat oleh pandangan para ulama bahwa keberhasilan seorang murid sangat dipengaruhi oleh sikapnya terhadap guru.
Guru dalam Islam: Lebih dari Pengajar
Dalam pandangan Islam, guru memiliki posisi yang sangat tinggi. Mereka tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter.Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham; mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, ia akan memperoleh bagian yang melimpah.” (HR Abu Dawud).
Tokoh ulama besar, Abu Hamid al-Ghazali, bahkan menilai kedudukan guru lebih tinggi dari orang tua dalam aspek spiritual.
“Hak seorang guru lebih besar daripada hak kedua orang tua; karena sesungguhnya orang tua adalah sebab adanya keberadaan anak di dunia saat ini dan kehidupan yang fana, sedangkan guru adalah sebab bagi kehidupan akhirat yang kekal.” (Ihya 'Ulumiddin).
Kunci Ilmu Berkah: Hormat kepada Guru
Menghormati guru menjadi syarat utama agar ilmu yang dipelajari membawa manfaat. Hal ini ditegaskan oleh Burhanuddin al-Zarnuji dalam karyanya."Ketahuilah bahwa seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan dapat mengambil manfaat darinya (keberkahan), kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, serta mengagungkan dan menghormati gurunya." (Ta'lim al-Muta'allim).
Manfaat Merawat Sanad Keilmuan Saat Lebaran
Menjadikan Lebaran sebagai momen silaturahmi kepada guru membawa sejumlah manfaat penting:- Mengingat kembali jasa guru dalam perjalanan hidup
- Menghidupkan adab dan etika sebagai murid
- Mengharap doa serta keberkahan dalam kehidupan


.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.