Ilustrasi. Foto Freepik.
EDUKASIA.ID - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 tinggal menghitung hari.
Ujian dijadwalkan berlangsung pada 21-30 April, membuat siswa mulai mematangkan persiapan.
Tak hanya soal belajar, kesiapan mental jadi faktor penting. Tanpa kondisi psikologis yang stabil, kemampuan akademik bisa tidak maksimal saat ujian.
Psikolog UNAIR, Prof Dr Dewi Retno Suminar, menegaskan kesiapan mental bisa dilihat dari ketenangan dan self efficacy atau keyakinan diri. Siswa yang siap cenderung tidak larut dalam overthinking.
“Saya belum belajar A dan B, atau aduh yang itu belum saya hafal dan sebagainya. Pikiran-pikiran tersebut menjadi tolak ukur ketidaksiapan mental dalam menghadapi ujian,” papar Dewi.
Untuk mengatasi hal itu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan self talking atau afirmasi diri.
“Membantu meyakini diri dengan menggunakan self talking, dimulai dengan berbicara dan memberikan afirmasi kepada diri sendiri. Siswa akan menjadi lebih yakin ketika ia percaya dengan kemampuannya. Contoh saya siswa A sudah menyelesaikan materi ini, sekarang tugasnya hanya recall apa yang sudah saya pelajari. Hal itu dapat membantu memberikan sugesti pada diri bahwa ia sudah siap,” ungkapnya.
Selain itu, dukungan lingkungan juga berperan penting. Orang tua diminta memberikan dorongan positif, bukan kalimat yang justru menambah tekanan.
Alih-alih mengingatkan kesalahan, dukungan yang menenangkan justru membantu siswa lebih percaya diri saat menghadapi ujian.
Di sisi lain, motivasi harus tetap dijaga selama masa persiapan. Apalagi ketika hasil latihan belum sesuai harapan.
“Ketika cek ulang hasil belum memuaskan, lakukan proses evaluasi dengan jujur sesuai dengan kemampuan sehingga dapat mengetahui kelemahan diri masing-masing. Kemudian mencari solusi, misalnya dengan membaca soal lebih dari satu kali, memeriksa jawaban kembali, dan lainnya,” ujar Dewi.
Menjaga motivasi bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menempelkan target atau impian di kamar. Cara ini membantu siswa tetap fokus pada tujuan.
Tak kalah penting, kondisi fisik juga harus diperhatikan. Pola makan, asupan vitamin, hingga waktu tidur cukup sering diabaikan karena terlalu fokus belajar.
“Di balik semua perjuangan itu, jangan lupa untuk menjaga pola makan, minum vitamin, menjaga kesehatan badan, dan tidur yang cukup. Hal ini sering terlupakan karena siswa sudah terlalu larut dalam belajar, sehingga lupa akan fisik yang harus mereka jaga,” papar Dewi.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.