Pemerintah Siapkan Bantuan Rp50 Juta untuk Komunitas Literasi, 800 TBM Hadir

Arifah
0



Pertemuan daring bertajuk “Kepala Badan Bahasa Menyapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Indonesia dalam Rangka Sosialisasi Bantuan Pemerintah”, Sabtu, 4 April 2026.

EDUKASIA.ID - Sebanyak 800 peserta dari total 2.414 pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di berbagai daerah mengikuti pertemuan daring bertajuk “Kepala Badan Bahasa Menyapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Indonesia dalam Rangka Sosialisasi Bantuan Pemerintah”, Sabtu, 4 April 2026.

Angka tersebut dinilai sebagai capaian positif sekaligus mencerminkan besarnya potensi TBM sebagai penggerak literasi di masyarakat. Selama ini, TBM berperan aktif menjaga dan mengembangkan budaya baca lintas generasi.

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi interaktif. Para pengelola TBM saling berbagi pengalaman, membahas tantangan di lapangan, hingga memperkuat jejaring komunitas literasi di seluruh Indonesia.

Ketua Forum TBM Nasional, Nero Taopik atau Kang Opik, menyebut jumlah TBM di Indonesia terus berkembang meski belum merata. Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah TBM terbanyak, disusul Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

Ia juga menyoroti ragam layanan TBM yang semakin berkembang, mulai dari skala sederhana hingga yang telah mandiri dengan unit usaha komunitas.

Dalam kesempatan itu, Opik mengapresiasi peningkatan kuota bantuan pemerintah tahun ini, dari 100 menjadi 110 penerima. Namun ia mengingatkan pentingnya akuntabilitas.

“Laporan pertanggungjawaban yang baik menjadi kunci keberlanjutan program ini di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menegaskan literasi merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Peningkatan dan penguatan literasi ini menjadi hal yang sangat penting dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Literasi menjadi salah satu fondasi penting,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan, arah kebijakan kebahasaan dan kesastraan mengacu pada RPJMN 2025–2029. Fokusnya mencakup penguatan literasi, pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, serta pelestarian bahasa dan sastra daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan partisipatif, mulai dari satuan pendidikan hingga komunitas. Programnya antara lain mengulas buku di tingkat sekolah dasar hingga membaca kritis di tingkat menengah.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat akses bahan bacaan melalui penyusunan dan distribusi buku bermutu, terutama untuk wilayah dengan tingkat literasi rendah. Pemanfaatan teknologi juga didorong sebagai solusi keterbatasan buku cetak.

“Kami mendorong masyarakat juga memanfaatkan buku digital yang telah tersedia melalui platform Rumah Pendidikan, khususnya pada fitur Ruang Murid,” kata Hafidz.

Pemerintah juga menyiapkan tiga jenis bantuan yang menyasar komunitas literasi, komunitas sastra, serta pelestari bahasa dan sastra daerah.

Hafidz menekankan pentingnya kolaborasi antara Forum TBM dengan Balai atau Kantor Bahasa di daerah agar program berjalan optimal.

“Kami harapkan Forum TBM di daerah dapat bergandeng tangan dengan Balai Bahasa atau Kantor Bahasa untuk mendorong TBM yang memiliki kinerja baik dapat diusulkan sebagai penerima bantuan pemerintah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo. Ia menilai Forum TBM memiliki peran strategis dalam membaca persoalan literasi di lapangan.

“Forum TBM memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan literasi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dengan Badan Bahasa untuk memperkuat upaya tersebut,” ujarnya.

Program Fasilitasi Komunitas Literasi 2026 sendiri ditujukan bagi komunitas yang aktif menjalankan kegiatan literasi baca tulis, khususnya di bidang kebahasaan dan kesastraan.

Kegiatan yang dapat diusulkan meliputi membaca pemahaman, penulisan kreatif, diskusi karya sastra, hingga penguatan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Komunitas yang memenuhi syarat dapat mendaftar melalui laman resmi berikut:

https://dapobas.kemendikdasmen.go.id/banpempusbin/

Proses seleksi dilakukan melalui kurasi dan rekomendasi Balai atau Kantor Bahasa, penilaian rencana kegiatan, serta kelengkapan administrasi.

Setiap komunitas yang lolos akan mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta.

Dalam pertemuan ini, juga digelar sesi tanya jawab yang membahas aspek teknis dan administratif program. Para pengelola TBM memanfaatkan sesi tersebut untuk menyampaikan berbagai kendala, mulai dari proses pengajuan hingga pelaporan.

Sebagai tindak lanjut, Badan Bahasa melalui Balai dan Kantor Bahasa di daerah akan memberikan pendampingan kepada TBM. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas perencanaan serta memastikan pengelolaan bantuan berjalan akuntabel.




Salah satu peserta, Syahrian Khamary dari Komunitas Sastra Armada Pena Kota Tidore, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai bantuan yang diberikan transparan dan kredibel.




Sebagai penerima Bantuan Pemerintah Bidang Sastra, ia mengaku merasakan langsung manfaatnya dalam memperkuat kegiatan kesastraan dan mendorong lahirnya karya berbasis komunitas.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top