Halal bihalal dan peringatan hari lahir (Harlah) ke-74 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), di Aula Sunu Ngesti Tomo, Sabtu, 11 April 2026. Foto Pemprov Jateng.
Jepara. EDUKASIA.ID - Program Kartu Guru Sejahtera kembali menjadi perhatian di Kabupaten Jepara. Tahun ini, program tersebut menyasar total 17.372 tenaga pendidik non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan.
Sasaran penerima mencakup guru TPQ, madin, pondok pesantren, pendidikan keagamaan lainnya, pendidikan nonformal atau kesetaraan, instruktur lembaga kursus, hingga guru SD dan SMP swasta serta guru PAUD non-PNS dan non-PPPK yang belum menerima tunjangan profesi.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Hal itu, menurutnya, tidak lepas dari peran para pendidik di ruang kelas maupun lembaga pendidikan keagamaan.
“Peran besar guru, ustaz, kiai, maupun para pendidik ini harus kita apresiasi, karena anak-anak kita menjadi terdidik berkat beliau-beliau itu,” ujar bupati, pada halal bihalal dan peringatan hari lahir (Harlah) ke-74 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), di Aula Sunu Ngesti Tomo, Sabtu, 11 April 2026.
Pemkab Jepara sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,488 miliar untuk program tersebut. Hingga saat ini, Kartu Guru Sejahtera sudah dirasakan oleh 10.827 guru non-ASN.
Pemerintah daerah memastikan program ini akan terus diperluas pada 2026 sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para guru di berbagai satuan pendidikan.
Ketua Pergunu Jepara, Ahmad Makhali, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi guru di lingkungan madrasah dan lembaga keagamaan.
“Kartu Guru Sejahtera ini kabar gembira untuk para guru madrasah kita yang jumlahnya sekitar 2.241 orang,” ujarnya.
Ia berharap, kebijakan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus berdampak pada mutu pendidikan di Jepara secara keseluruhan.
Selain program Kartu Guru Sejahtera, Pemkab Jepara juga menjalankan Program Kartu Sarjana Jepara yang telah membantu 2.398 pelajar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Program tersebut akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penambahan penerima baru melalui dukungan Baznas dan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Menurut Bupati Witiarso, program itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda Jepara.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita, agar anak-anak Jepara memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya.


.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.