Pemkab Magelang Siapkan Tiga Pilar Pendidikan 2026

Arifah
0

Kegiatan Halalbihalal dan Sinergi Advokasi Guru 2026 bersama PGRI Kabupaten Magelang di Gedung Graha Dwija PGRI, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan. Foto Pemrov Jateng.

Magelang. EDUKASIA.ID - Persoalan di dunia pendidikan, mulai dari kenakalan remaja hingga kesehatan mental siswa, menjadi sorotan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji. Ia menilai kondisi tersebut sebagai realita yang harus segera ditangani bersama.

"Ini realita anak-anak kita. Ada yang merasa hidupnya sudah tidak berarti. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama," pesannya.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Halalbihalal dan Sinergi Advokasi Guru 2026 bersama PGRI Kabupaten Magelang di Gedung Graha Dwija PGRI, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Sabtu, 11 April 2026.

Dalam forum tersebut, Grengseng menegaskan pentingnya pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh, dengan fokus pada perlindungan guru serta kesejahteraan tenaga pendidik.

Menurutnya, suasana kerja yang aman dan kondusif menjadi faktor utama dalam menciptakan pendidikan berkualitas.

“Pendidikan berkualitas tidak mungkin lahir dari suasana penuh tekanan. Guru harus bisa mengajar dengan tenang, siswa belajar dengan senang, dan orang tua percaya,” tegas Grengseng.

Ia menyebut, Pemkab Magelang telah menyiapkan tiga pilar utama pendidikan untuk tahun 2026. Salah satunya adalah penguatan perlindungan hukum bagi guru melalui sistem advokasi.

“Advokasi harus hadir sebagai payung sebelum hujan,” ungkap bupati.

Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi beban administrasi guru, termasuk E-Kinerja dan Platform Merdeka Mengajar (PMM), agar tidak mengganggu tugas utama dalam mengajar.

Pilar berikutnya menyangkut sinkronisasi kebijakan serta peningkatan kesejahteraan guru, baik bagi PPPK paruh waktu maupun tenaga honorer agar hak-haknya terpenuhi secara tepat.

Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor juga ditekankan. Grengseng menyebut, pembangunan pendidikan harus melibatkan banyak pihak, tidak hanya Dinas Pendidikan.

Mulai dari tokoh agama, aparat penegak hukum, hingga masyarakat diharapkan ikut berperan dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah pinggiran, serta pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia.

Grengseng juga mengapresiasi berbagai inovasi pendidikan karakter yang telah berjalan dan diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang atas berbagai persoalan yang ada.

Ia pun mengajak para guru untuk terus beradaptasi dan tidak berhenti berinovasi menghadapi perkembangan zaman.

“Jangan lelah bertransformasi. Pemerintah akan selalu berdiri di belakang bapak/ibu guru,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Magelang, Susno, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian para guru.

“Selain memperjuangkan hak, kita juga harus tetap mengingat kewajiban dan tanggung jawab yang kita emban, sebagai pendidik dan tenaga kependidikan,” ujar Susno.

Ia menambahkan, sebagai ASN, guru memiliki tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan keikhlasan dan dedikasi tinggi.

Susno juga mengingatkan pentingnya menjaga norma, etika, serta integritas dalam menjalankan tugas, sekaligus menaati aturan hukum yang berlaku.

“ASN harus menjadi teladan di tengah masyarakat. Dengan menjunjung tinggi etika profesi dan ketaatan terhadap hukum, kita turut menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif,” jelasnya.

Ia berharap, dengan komitmen bersama, dunia pendidikan di Kabupaten Magelang mampu melahirkan generasi yang berakhlak baik dan memahami peran serta tanggung jawabnya di masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top