RS UIN Jakarta Akan Jadi Apa? Ini Rencananya

Arifah
0

Audiensi di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta. Foto Kemenag.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Upaya menjadikan Rumah Sakit (RS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai rumah sakit pendidikan terus dikebut.

Saat ini, manajemen rumah sakit tengah merampungkan sejumlah persyaratan penting untuk mendukung proses tersebut.

Direktur RS UIN Syarif Hidayatullah, Syaifullah, mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan naskah akreditasi RS Pendidikan yang akan diajukan ke Kemendikbudristek dan Kementerian Kesehatan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan sistem pendidikan kedokteran berjalan terintegrasi di bawah UIN.

"Visi kami adalah memastikan seluruh mahasiswa FK UIN mendapatkan standar pendidikan klinis yang sama dan berkualitas tinggi. Setelah lulus S1, mereka akan masuk ke jenjang berikutnya secara tersistem di bawah kontrol rumah sakit pendidikan kita sendiri," jelas Syaifullah.

Seiring dengan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi RS UIN menjadi pusat layanan kesehatan sekaligus pendidikan yang unggul. Hal ini ia sampaikan saat menerima audiensi di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Menurut Nasaruddin, program Akselerasi Rumah Sakit Pendidikan harus menjadi pendorong utama bagi Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan.

“Program strategis ini tidak hanya kita tujukan untuk memperkuat kualitas praktik klinik bagi calon dokter dan spesialis, tetapi juga harus menjadi wadah kolaborasi riset guna mendorong inovasi medis berbasis akademik,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengejar akreditasi unggul yang selaras dengan ketentuan pemerintah, baik dari sisi pendidikan tinggi maupun sektor kesehatan.

Selain itu, Nasaruddin meminta agar pengembangan program dokter spesialis dipercepat. Ia menilai, kebutuhan tenaga ahli harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas pendidikan yang memadai.

"Pendidikan dokter spesialis jangan sampai terlambat. Saya mendorong agar area yang tersedia segera dikembangkan, salah satunya untuk fasilitas pendidikan kedokteran, khususnya spesialisasi. Kita butuh lebih banyak ahli yang lahir dari rahim UIN," imbuhnya.

Lebih lanjut, Menag juga menyoroti pemanfaatan lahan di kawasan RS UIN, baik di Pondok Gede maupun Ciputat, Tangerang Selatan. Ia meminta agar area yang masih kosong segera dioptimalkan untuk pmbangunan fasilitas strategis.

"Sisa kawasan yang masih kosong harus segera dibangun fasilitas-fasilitas strategis. Kita ingin RS UIN tidak hanya sekadar tempat pengobatan, tapi menjadi wajah pelayanan kesehatan Kementerian Agama yang modern dan paripurna," tegas Menag.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top