Tim rukyat Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID - Tim rukyat Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo berhasil mengamati hilal pada 29 Syawal 1447 H, Sabtu 18 April 2026. Pengamatan ini menjadi bagian dari upaya penentuan awal bulan Dzulqaidah berbasis data astronomi yang akurat.
Kegiatan rukyatul hilal dipandu langsung oleh Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., bersama pakar astronomi Muhammad Ihtirozun Ni’am, M.H. Tim menggunakan perangkat utama berupa Mount AZ Pro, teleskop Lunt Engineering 80 ED, serta kamera QHYCCD 5-IIM.
Dengan dukungan sistem pelacakan otomatis, proses pengamatan berlangsung stabil dan mampu meminimalisir kesalahan pengambilan data. Hasilnya, tim berhasil merekam hilal pada pukul 17:37:16 WIB dengan ketinggian 7° 13' 54", elongasi 13° 14' 09", dan azimuth 291° 05' 50". Sebanyak 10 citra hilal berhasil diolah dari pengamatan tersebut.
Tim teknis yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Muhammad Said Fadhel, Khairul Anaam, Puput Dwi Aryani, Muhammad Zuhairul Aziz, Farhan Ali Fazany, serta Faiz Farrukh Nasywan Himawan.
Salah satu anggota tim, Said Fadhel, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama tim di tengah tantangan cuaca.
“Alhamdulillah, hilal 29 Syawal 1447 H untuk pertimbangan penentu awal Dzulqaidah besok berhasil teramati dengan baik sore ini. Meskipun kondisi atmosfer tertutup 60 persen awan dan potensi keterlihatan hilal cukup tinggi, berkat kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil yang memuaskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian ini diharapkan menjadi pijakan dalam pengembangan kajian hisab dan rukyat ke depan.
Kegiatan rukyatul hilal ini diharapkan terus menjadi agenda rutin sebagai bentuk kontribusi UIN Walisongo dalam menyediakan data astronomi yang akurat dan kredibel bagi masyarakat.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.