Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama 2026
Jakarta. Blok7.id - Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama 2026 menghadirkan skema baru bagi lulusan pendidikan keagamaan.
Melalui Program Magister Lanjut Doktor (PMLD), peserta kini bisa langsung menempuh pendidikan S2 hingga S3 dalam satu jalur studi tanpa perlu mengikuti seleksi ulang.
Program akselerasi ini resmi dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 2026. Pendaftaran berlangsung hingga 31 Mei mendatang.
Program akselerasi ini resmi dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 2026. Pendaftaran berlangsung hingga 31 Mei mendatang.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma, Siti Maria Ulfa, mengatakan program tersebut diperuntukkan bagi alumni pendidikan keagamaan binaan Kemenag.
Pendaftar berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lulusan perguruan tinggi keagamaan, alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), lulusan program studi agama di perguruan tinggi umum, alumni Ma’had Aly, hingga lulusan pondok pesantren dan madrasah aliyah.
Peserta yang lolos nantinya akan menjalani pendidikan selama 4,5 tahun. Rinciannya, 18 bulan untuk jenjang magister dan 36 bulan untuk program doktor.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menyebut skema tersebut dibuat untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
“Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor,” ujar Ruchman di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, peserta tidak lagi harus mendaftar ulang saat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral karena sistem studi sudah terhubung sejak awal.
“Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih,” jelasnya.
Menurutnya, model percepatan pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, terutama dalam melahirkan akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Dalam program ini, peserta dapat memilih tiga kampus tujuan yang telah menjadi mitra Kemenag. Ketiganya yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta program Pengkajian Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta program Studi Islam, serta UIN Walisongo Semarang program Studi Islam.
Sebagai syarat administrasi, calon peserta diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan/atau bahasa Arab yang masih berlaku sesuai standar yang telah ditetapkan.
Informasi lengkap mengenai program PMLD dan pendaftaran BIB Kemenag 2026 dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Agama dan portal pendaftaran LPDP terintegrasi.
Pendaftar berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lulusan perguruan tinggi keagamaan, alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), lulusan program studi agama di perguruan tinggi umum, alumni Ma’had Aly, hingga lulusan pondok pesantren dan madrasah aliyah.
Peserta yang lolos nantinya akan menjalani pendidikan selama 4,5 tahun. Rinciannya, 18 bulan untuk jenjang magister dan 36 bulan untuk program doktor.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menyebut skema tersebut dibuat untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
“Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor,” ujar Ruchman di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, peserta tidak lagi harus mendaftar ulang saat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral karena sistem studi sudah terhubung sejak awal.
“Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih,” jelasnya.
Menurutnya, model percepatan pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, terutama dalam melahirkan akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Dalam program ini, peserta dapat memilih tiga kampus tujuan yang telah menjadi mitra Kemenag. Ketiganya yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta program Pengkajian Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta program Studi Islam, serta UIN Walisongo Semarang program Studi Islam.
Sebagai syarat administrasi, calon peserta diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan/atau bahasa Arab yang masih berlaku sesuai standar yang telah ditetapkan.
Informasi lengkap mengenai program PMLD dan pendaftaran BIB Kemenag 2026 dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Agama dan portal pendaftaran LPDP terintegrasi.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.