Puasa Tarwiyah dan Arafah: Jadwal, Niat, serta Keutamaannya

Arifah
0
Ilustrasi. Foto Freepik.

EDUKASIA.ID - Menjelang Idul Adha, umat Islam dianjurkan menjalankan dua puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, yakni puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. 

Mengutip laman Baznas, kedua puasa ini punya banyak keutamaan bagi yang mengerjakannya.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.

Puasa Arafah dianjurkan untuk umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara jamaah haji tidak disunnahkan berpuasa agar kondisi tubuh tetap kuat saat wukuf.

Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang. Dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharam) menghapus dosa setahun yang lalu," (HR Muslim no.1162)

Selain itu, Hari Arafah juga disebut sebagai hari ketika Allah banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka, lebih banyak daripada pada Hari Arafah," (HR Muslim).

Sementara puasa Tarwiyah juga memiliki keutamaan besar. Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan:

"Barangsiapa berpuasa pada hari Tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub Alaihissalam atas musibahnya. Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa Alaihissalam,".

Bagi yang ingin menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, berikut panduannya:

- Niat puasa Tarwiyah

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala.

(Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta ala).

- Niat puasa Arafah

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta ala.

(Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta ala).

- Sahur

Sahur dianjurkan sebelum menjalankan puasa. Selain memberi tenaga, sahur juga termasuk sunnah Rasulullah SAW.

"Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah," (HR Bukhari).

- Menjaga sikap saat puasa

Selama puasa, umat Islam dianjurkan menjaga ucapan dan perilaku. Hindari bertengkar, berbohong, hingga gibah agar pahala puasa tidak berkurang.

- Segera berbuka saat Magrib

Ketika azan Magrib berkumandang, puasa dianjurkan segera dibatalkan dengan membaca doa:

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

"Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang,".

Selain memperbanyak ibadah puasa sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan infak dengan ikhlas.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top