Riset Daun Sungkai Antar Bella Jadi Doktor Termuda UGM

Arifah
0


Bella Putri Maharani meraih gelar S3 di usia 26 tahun 11 bulan 1 hari dengan IPK 3,98 dan predikat cumlaude. Foto: UGM.

Yogyakarta. EDUKASIA.ID - Lulusan doktor termuda mewarnai wisuda Universitas Gadjah Mada tahun ini. Bella Putri Maharani meraih gelar S3 di usia 26 tahun 11 bulan 1 hari dengan IPK 3,98 dan predikat cumlaude.

Capaian itu diraih dalam waktu relatif singkat, yakni 3 tahun 5 bulan di Program Studi Doktor Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan. Usianya jauh di bawah rata-rata lulusan doktor UGM yang mencapai 42 tahun 6 bulan.

Menjadi yang termuda di wisuda kali ini tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun, ia mengaku bersyukur bisa menuntaskan studi doktor sesuai target.

“Ada perasaan yang bahagia dan juga bangga terhadap pencapaian yang sudah saya dapatkan. Bersyukur, saya telah menyelesaikannya (studi doktor),” katanya, Senin, 4 Mei 2026.

Perjalanan akademiknya dimulai dari keinginan sederhana sejak remaja: meraih gelar doktor sebelum usia 30 tahun. Ia bahkan sempat bercanda ingin kuliah di bidang peternakan untuk memelihara unta yang akhirnya benar-benar jadi jalan hidupnya.

Bella menempuh S1 di Universitas Sriwijaya melalui jalur SNMPTN, lalu melanjutkan S2 dan S3 di UGM melalui beasiswa Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Di awal pandemi COVID-19, ia sempat ragu melanjutkan studi karena situasi ketidakpastian kerja. Namun keputusan mengambil beasiswa justru menjadi titik balik.

Selama kuliah, ia merasa terbantu dengan dukungan dosen dan fasilitas kampus yang mendukung riset. Lingkungan akademik dinilainya mendorong kemandirian sekaligus tetap memberikan arahan.

Puncaknya, ia menyelesaikan disertasi berjudul “Efikasi Nanoenkapsulasi Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Sebagai Aditif Pakan Alami Ayam Broiler”.

Penelitian itu dilakukan hampir dua tahun, mulai dari proses pembuatan hingga uji in vivo dan in vitro. Fokus risetnya adalah mencari alternatif pengganti antibiotik pada ayam broiler yang berisiko menimbulkan residu dan resistensi.

Hasilnya, formulasi pakan dari daun sungkai terbukti mampu menekan bakteri berbahaya seperti E.coli, Salmonella, dan Staphylococcus, sekaligus meningkatkan kualitas dan bobot ayam.

“...pemberian nano-enkapsulasi ekstrak daun sungkai ini dapat mengurangi bakteri berbahaya di dalam saluran pencernaan seperti E.coli, Salmonella, Staphylococcus. Kemudian, nanoenkapsulasi yang saya buat tersebut juga dapat meningkatkan bobot dari ayam broiler tersebut...” jelasnya.

Selain riset, Bella juga aktif di publikasi ilmiah. Ia menulis 6 paper jurnal internasional dan mengikuti 9 konferensi internasional selama masa studi.

Di luar akademik, ia memiliki hobi menulis novel fiksi dengan nama pena Bellazmr dan telah menerbitkan beberapa buku.

Meski begitu, perjalanan panjang studi tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat kehilangan motivasi dan jenuh, namun mengatasinya dengan manajemen waktu ketat dan dukungan lingkungan.

“Jadi menurut saya sendiri, pintar-pintar kita membuat timeline dalam satu hari itu kita harus ngapain,” ujarnya.

Di akhir, Bella berpesan agar tidak mudah menyerah dalam meraih mimpi. Baginya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju tujuan.

“Saya juga minta doanya, semoga dengan usia semuda ini saya bisa berkontribusi lebih panjang pada bidang saya…” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top