Belajar hingga ke Yaman, Anak Petani Tambak Raih Doktor di UIN Walisongo

Redaksi
0
Muhammad Aly Mahmudi. Foto Ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Muhammad Aly Mahmudi resmi menyandang gelar doktor bidang Studi Islam dari UIN Walisongo Semarang, Rabu 10 Juni 2026.

Putra petani tambak asal Desa Sembayat, Gresik, ini sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul Ijtihād Maqāṣidī Umar Bin Khaṭṭāb Dalam Fikih Mawaris.

Perjalanan Aly menuju puncak akademik ini ditempuh melalui proses yang panjang dan tidak mudah.

Anak keempat dari empat bersaudara kelahiran Januari 1989 tersebut tumbuh dalam keluarga sederhana yang mengandalkan penghasilan dari sektor perikanan tambak.

Kondisi keluarga sempat diuji ketika sang ibu mengalami gangguan kesehatan yang membatasi aktivitas fisiknya. Situasi ini membuat sang ayah harus mengambil alih banyak peran di rumah.

Selain bekerja mencari nafkah di tambak, ayahnya juga mengurus kebutuhan anak-anak sebelum berangkat sekolah.

Setiap pagi, sang ayah membangunkan anak-anak, menyiapkan sarapan, dan memastikan mereka berangkat sekolah tepat waktu.

Salah satu memori masa kecil yang paling membekas dalam ingatan Aly adalah kesederhanaan mie goreng buatan ayahnya.

“Mungkin kalau dinilai sekarang rasanya biasa saja. Tapi sampai hari ini saya belum menemukan masakan yang lebih nikmat dari mie goreng buatan ayah,” kenang Aly.

Di tengah kesibukan mengelola tambak dan mengurus rumah, sang ayah tetap menekankan pentingnya pendidikan.

Aly masih mengingat pesan yang disampaikan saat ia diajak membantu di area tambak.

“Nak, kalau masalah pendidikan, berapa pun biayanya jangan dipikir. Ayah akan menanggungnya,” tutur Aly menirukan ucapan ayahnya.

Pesan itu menjadi pegangan Aly dalam menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi.

Aly memulai pendidikan di MI Al Falah Sembayat Gresik. Ia kemudian melanjutkan ke MTs Assa’adah Bungah Gresik dan MAN 3 Tambakberas Jombang.

Setelah lulus dari pesantren, Aly berangkat ke Yaman untuk menempuh pendidikan sarjana (S1) di Darul Ulum As-Syariyah.

Selama di Yaman, ia juga memperdalam keilmuan agama di sejumlah lembaga nonformal, di antaranya Ribath Al Haddar Baidho’, Ribath Al-Aydrus Aden, dan Ribath Dar Al Musthofa.

Sepulang dari Timur Tengah, Aly melanjutkan studi magister (S2) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Langkah akademiknya kemudian berlanjut ke jenjang doktoral (S3) di UIN Walisongo Semarang.

Dalam perjalanan pendidikan tersebut, kondisi finansial keluarga Aly sempat mengalami pasang surut.

Ia masih mengingat momen ketika sejumlah aset keluarga terpaksa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan.

Aly juga pernah dijemput dari pondok pesantren menggunakan Vespa tua setelah kendaraan keluarga lain dilepas.

Meski menghadapi tantangan ekonomi, keluarga tetap menempatkan pendidikan anak sebagai prioritas utama.

Dalam disertasinya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBIS) di Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH), Lamongan itu mengkaji pemikiran Umar bin Khattab mengenai hukum waris Islam dengan pendekatan maqashid syariah.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ijtihad Umar bin Khattab bersifat kontekstual dan dinamis dalam menjawab persoalan zaman, tanpa mengabaikan asas keadilan.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top