Salah satu orangtua siswa kelas IX Sekolah Takhassus Al-Qur'an (STAR) Ar-Rahman Perak Jombang menangis, memeluk anaknya yang telah diwisuda dan khatam Qur'an. Foto Arief
Jombang, EDUKASIA - Suasana haru menyelimuti Haflah Akhirussanah dan Pelepasan Siswa Kelas IX Sekolah Takhassus Al-Qur'an (STAR) Ar-Rahman Perak Jombang, Sabtu 6 Juni 2026.
Tangis sejumlah wali murid pecah saat menyaksikan putra-putri mereka melanjutkan potongan ayat Al-Qur'an yang dibacakan orang tua dengan lancar di halaman sekolah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Raudlatu Tahfidzil Qur'an Perak.
Sesi sambung ayat menjadi salah satu rangkaian yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut. Para orang tua diminta membaca maqra' atau potongan ayat, kemudian dilanjutkan oleh siswa di hadapan hadirin.
Beberapa wali murid tampak meneteskan air mata. Salah seorang di antaranya mengaku tidak menyangka dapat menyaksikan kemampuan anaknya menghafal Al-Qur'an.
"Saya sendiri Juz 30 belum hafal, tetapi anak saya bisa menghafal Al-Qur'an. Alhamdulillah," ujarnya haru.
Tangis sejumlah wali murid pecah saat menyaksikan putra-putri mereka melanjutkan potongan ayat Al-Qur'an yang dibacakan orang tua dengan lancar di halaman sekolah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Raudlatu Tahfidzil Qur'an Perak.
Sesi sambung ayat menjadi salah satu rangkaian yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut. Para orang tua diminta membaca maqra' atau potongan ayat, kemudian dilanjutkan oleh siswa di hadapan hadirin.
Beberapa wali murid tampak meneteskan air mata. Salah seorang di antaranya mengaku tidak menyangka dapat menyaksikan kemampuan anaknya menghafal Al-Qur'an.
"Saya sendiri Juz 30 belum hafal, tetapi anak saya bisa menghafal Al-Qur'an. Alhamdulillah," ujarnya haru.
Para lulusan STAR Ar-Rahman Perak Jombang berfoto bersama usai Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026. Foto ist.
Momen emosional juga tampak saat prosesi sungkeman. Setelah menerima pengalungan samir, para siswa menghampiri orang tua mereka untuk memohon doa dan restu.
Tangis haru mewarnai pertemuan anak dan orang tua yang telah bersama-sama menjalani proses pendidikan selama tiga tahun terakhir.
Prosesi pelepasan semakin khidmat ketika para wisudawan menyalami Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Perak, KH Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz, yang berdiri di barisan depan menyambut para siswa.
Kelulusan dibacakan Wakil Kepala Sekolah, Ustadz Mabis, melalui Surat Keputusan Kelulusan yang disaksikan wali murid, dewan guru, dan tamu undangan.
"Sebanyak 42 siswa-siswi dinyatakan lulus," ujarnya.
Selain prosesi pelepasan, sekolah juga memberikan penghargaan kepada dua siswa terbaik bidang akademik, yaitu Fathul Nurrohman dan Syarifa Zahrotul Jannah, serta penghargaan terbaik bidang non akademik yang telah mencapai target hafalan, yaknin Rifqi Aditya dan Ahmad Thoriqziyad basyir.
Penghargaan diberikan kepada siswa yang menunjukkan prestasi menonjol, termasuk capaian hafalan Al-Qur'an yang melampaui target pembelajaran.
Sebelum memimpin doa penutup, KH Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz memberikan motivasi kepada para santri dan wali murid agar terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an.
Ia mencontohkan Imam Syafi'i yang telah hafal Al-Qur'an pada usia enam tahun meski dibesarkan oleh seorang ibu tunggal. Menurutnya, keterbatasan keadaan tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih kemuliaan melalui Al-Qur'an.
KH Masduqi juga menyampaikan bahwa Al-Qur'an menghadirkan banyak manfaat bagi orang yang istiqamah menjaganya. Ada yang dimudahkan menunaikan ibadah haji, memperoleh berbagai kemanfaatan dalam hidup, hingga menjadi ulama dan kiai.
"Semoga anak-anak yang diwisuda ini tetap mau nderes Al-Qur'an. Orang tua juga akan ikut mendapatkan pahalanya," tuturnya.
Kepala STAR Perak Jombang, H. Agus Syarifuddin Ahmad Al-Hafidz, M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan lembaga tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang terus diberikan kepada pondok pesantren dan sekolah.
Menurutnya, Pondok Pesantren Tahfidz Perak terus berkembang tanpa meninggalkan identitas utamanya sebagai lembaga pendidikan Al-Qur'an.
"Alhamdulillah, berkat kepercayaan masyarakat dan bimbingan para masyayikh, pondok terus berkembang. Saat ini sudah memiliki jenjang pendidikan formal yang cukup lengkap," ujarnya.
Lembaga yang berakar dari Pondok Pesantren Tahfidz Perak tersebut kini menaungi pendidikan formal mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Pria yang akrab disapa Gus Udin itu menegaskan, perkembangan lembaga harus diiringi peningkatan kualitas pendidikan.
"Komitmen kami adalah meningkatkan kualitas, tidak hanya kuantitas," katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah dan pesantren.
"Kami berupaya mendampingi anak-anak dalam kesehariannya agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu sekaligus berakhlak," ujarnya.
Apresiasi terhadap model pendidikan yang mengintegrasikan sekolah dan pesantren disampaikan Anggota DPRD Jombang, H. Machin, SE., M.Si.
Menurutnya, pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan pembinaan karakter menjadi kebutuhan penting dalam menyiapkan generasi masa depan.
"Yang luar biasa di sini, siswa sekaligus santri. Generasi mendatang tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki akhlakul karimah," ujarnya.
Ia menilai pembiasaan membaca Al-Qur'an, pendidikan adab, serta kehidupan kepesantrenan menjadi bekal penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Perjalanan Pondok Pesantren Tahfidz Perak sendiri tidak dapat dilepaskan dari sosok KH Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz. Di bawah asuhannya, pesantren yang telah berdiri sejak 1965 itu terus menjaga tradisi pendidikan Al-Qur'an sembari mengembangkan pendidikan formal sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam mauidzah hasanah, KH Khoirul Anam, M.H.I., mengingatkan para lulusan agar menjadikan ilmu sebagai jalan mendekat kepada Allah SWT.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari gelar akademik, jabatan, atau popularitas, melainkan dari sejauh mana ilmu yang dimiliki membawa manfaat.
"Ilmu yang manfaat adalah ilmu yang dibarengi khasyah kepada Allah. Orang yang dekat dengan Al-Qur'an akan mendapatkan manfaat dan keberkahannya," tuturnya.







Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.