![]() |
Semarang. EDUKSIA.ID - Staf Khusus Menteri Agama RI, Ismail Cawidu, mengingatkan pentingnya mempertahankan predikat Kampus Informatif saat hadir dalam kegiatan "Peningkatan Pelayanan Informasi di PTKIN, Mewujudkan Kampus Informatif" di Ruang Teater Gedung KH Saleh Darat UIN Walisongo Semarang, Jumat 5 Juni 2026.
Ismail mengungkapkan, hal unik di mana ia sempat menguji responsivitas dan rekam jejak digital rektor baru yang belum genap tiga bulan memimpin tersebut menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Sebagai salah satu indikator utama keberhasilan kepemimpinan universitas, Ismail menekankan pentingnya mempertahankan predikat Kampus Informatif. Ia mengingatkan bahwa keterlibatan langsung Rektor dalam penilaian, khususnya pada sesi wawancara, akan menjadi poin penentu yang krusial.
"UIN Walisongo Semarang merupakan kampus informatif. Salah satu indikator keberhasilan rektor adalah kampusnya sudah meraih predikat informatif atau belum. Usahakan predikat informatif ini dipertahankan tahun ini dan tahun-tahun ke depan," ujar Ismail.
Guna memperkuat gaung institusi di bawah naungan kementerian, Ismail juga menginstruksikan langkah konkret dalam pola komunikasi humas kampus. Ia meminta agar seluruh kegiatan lembaga wajib diberitakan secara masif ke publik.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kemenag, Prof. Iswandi Syahputra memaparkan tantangan yang dihadapi dunia kehumasan PTKIN di era digital saat ini.
Prof. Iswandi menyoroti fenomena era post-truth dan maraknya para "clipper creator", pihak-pihak yang sengaja memotong video atau informasi demi memanipulasi algoritma media sosial dan mencari keuntungan komersial tanpa memedulikan konteks yang utuh.
Menurutnya, isu keagamaan adalah komoditas yang sangat sensitif dan paling mudah menarik perhatian audiens digital. Oleh karena itu, tantangan asimetris ini tidak bisa lagi dihadapi dengan manajemen informasi yang konvensional.
Prof. Iswandi menegaskan pentingnya penguatan literasi digital dan pengelolaan informasi publik yang cerdas, transparan, namun tetap penuh kehati-hatian, terutama yang menyangkut masalah tata kelola keuangan serta administrasi lembaga agar tidak menjadi bola liar di media sosial.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, menyambut hangat kehadiran para pejabat Kementerian Agama tersebut. Menurutnya, pandangan dan arahan dari Stafsus dan Staf Ahli merupakan berkah sekaligus komitmen nyata pusat untuk mendorong UIN Walisongo bersaing di level tertinggi.
"Tentu kita sangat khusnuzon, sebagaimana kata Rasulullah, tamu itu selalu membawa berkah. Terima kasih atas kehadiran Stafsus dan Staf Ahli. Semoga semua ini bagian dari komitmen untuk mengembangkan institusi kita," ujar Prof. Musahadi.
Rektor juga memompa semangat seluruh jajarannya agar optimis menatap persaingan antar-perguruan tinggi yang semakin ketat.
"Universitas saat ini luar biasa bersaing, kalau kita tidak punya strategi yang bagus, kita akan kalah saing. Kita juga hebat, tidak perlu minder dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta," tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, sivitas akademika UIN Walisongo Semarang memperoleh sejumlah masukan terkait penguatan keterbukaan informasi publik dan pengelolaan komunikasi kelembagaan di tengah perkembangan ekosistem digital yang terus berkembang.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.