Pendidikan Inklusi: Karena Setiap Anak Berhak Merasa Diterima

Moh. Miftahul Arief
0
Penulis bersama sejumlah Pendidik Inklusi area Jakarta. Foto ist.

Penulis: Haryanti Jaya Harjani, SST. FT., M. Pd, Dosen S1 Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.

Pernahkah kita membayangkan jika semua anak harus belajar dengan cara yang sama? Tentu tidak. Setiap anak tumbuh dengan keunikan masing-masing. Ada yang cepat memahami pelajaran, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang mudah berkomunikasi, ada pula yang membutuhkan bantuan untuk berbicara, bergerak, berkonsentrasi, atau berinteraksi dengan teman-teman. Di sinilah pendidikan inklusi menjadi penting. Pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang mempertemukan anak pada umumnya dengan anak yang membutuhkan dukungan khusus untuk belajar, bermain, bertumbuh, dan berkembang bersama dalam lingkungan pendidikan yang sama. Pendidikan inklusi dapat diterapkan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi/ kampus. Sementara itu, sekolah khusus tetap memiliki peran bagi anak yang membutuhkan layanan pendidikan yang lebih khusus dan intensif. Intinya sederhana yaitu berbeda dalam kebutuhan, tetapi tetap memiliki hak yang sama untuk belajar.

Jangan buru-buru menilai seorang anak hanya dari apa yang terlihat. Anak yang sulit berkonsentrasi belum tentu malas. Anak yang membutuhkan waktu lebih lama belum tentu tidak mampu. Anak yang mengalami kesulitan berkomunikasi bukan berarti tidak memiliki kemampuan. Ada anak yang membutuhkan dukungan dalam penglihatan, pendengaran, gerak, belajar, bahasa, komunikasi, interaksi sosial, konsentrasi, maupun pengelolaan emosi dan perilaku.Ada pula anak yang memiliki kemampuan tertentu dan membutuhkan tantangan yang sesuai dengan potensinya. Karena itu, daripada bertanya, “Apa yang kurang dan lebih dari anak anak ini?”, akan lebih baik jika kita bertanya, “Apa yang dapat kita lakukan agar anak-anak ini dapat bertumbuh dan berkembang keterampilan semestinya atau sesuai dengan kompetensi dalam kehidupan?” Cara pandang sederhana ini dapat mengubah cara kita memperlakukan anak.

Pendidikan inklusi tidak mungkin berjalan sendirian. Guru, pendidik, orang tua, sekolah, tenaga profesional, institusi pemerintah, institusi swasta, dan lingkungan masyarakat perlu saling mendukung. Guru perlu mengenal setiap anak, memahami kelebihan dan kebutuhannya, serta mengusahakan menggunakan cara belajar yang memungkinkan semua anak ikut terlibat. Sekolah perlu menyediakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari perundungan. Orang tua perlu menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Jika dibutuhkan, sekolah dan keluarga dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan, terapis, psikolog, dokter, konselor, puskesmas, rumah sakit, maupun tenaga profesional lainnya. Dengan kerja sama tersebut, anak mendapatkan dukungan yang tepat dalam tumbuh kembang anak tanpa merasa dikucilkan atau diperlakukan berbeda secara tidak adil.

Pada akhirnya, pendidikan inklusi bukan sekadar tentang menyatukan anak dalam satu ruang kelas. Pendidikan inklusi adalah tentang membuka hati dan memberikan kesempatan. Anak yang membutuhkan dukungan khusus tidak membutuhkan rasa kasihan; mereka membutuhkan penerimaan, perhatian, pendampingan, dan kepercayaan bahwa mereka mampu. Anak-anak lainnya pun belajar sesuatu yang tidak selalu ditemukan di dalam buku yaitu belajar berbagi, membantu, menghargai, bersabar, dan berempati. Bukankah kehidupan memang penuh dengan perbedaan? Maka, jika sejak kecil anak belajar menghargai perbedaan, kelak mereka akan tumbuh menjadi manusia yang lebih peduli. Karena setiap anak mungkin berbeda cara belajarnya, berbeda kebutuhannya, dan berbeda potensinya akan tetapi tidak pernah berbeda dalam haknya untuk dihargai, dididik, dicintai, dan memiliki masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top