
Ilustrasi. Foto Freepik.
EDUKASIA.ID - Pernah merasa harus memenuhi kebutuhan tertentu terlebih dahulu sebelum bisa mengejar hal yang lebih besar dalam hidup? Misalnya, sulit berkonsentrasi bekerja ketika sedang lapar atau merasa tidak aman.
Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia. Psikolog Abraham Maslow memperkenalkan teori yang menjelaskan bahwa manusia memiliki sejumlah kebutuhan yang tersusun dalam tingkatan tertentu.
Teori ini kemudian dikenal sebagai Hierarki Kebutuhan Maslow. Modelnya sering digambarkan dalam bentuk piramida, dengan kebutuhan paling mendasar berada di bagian bawah dan kebutuhan aktualisasi diri berada di tingkat paling atas.
Dikutip dari karya Abraham Maslow, "A Theory of Human Motivation" (1943) dan "Religions, Values, and Peak Experiences" (1964), berikut lima tingkatan kebutuhan manusia:
1. Kebutuhan fisiologis
Ini merupakan kebutuhan paling dasar yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup.
Kebutuhan fisiologis meliputi udara, makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal. Jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, manusia akan kesulitan menjalankan fungsi tubuh dan melakukan aktivitas lainnya.
Karena menjadi kebutuhan untuk bertahan hidup, kebutuhan fisiologis ditempatkan pada tingkat paling bawah dalam hierarki Maslow.
2. Kebutuhan keamanan
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, manusia membutuhkan rasa aman dan perlindungan.
Kebutuhan ini mencakup keamanan pribadi, kondisi keuangan, kesehatan, kesejahteraan, serta perlindungan dari kecelakaan dan penyakit.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan keamanan dapat terlihat dari keinginan seseorang memiliki tempat tinggal yang aman, pekerjaan yang stabil, hingga akses terhadap layanan kesehatan.
3. Kebutuhan cinta dan rasa memiliki
Manusia tidak hanya membutuhkan makanan dan rasa aman. Mereka juga membutuhkan hubungan dengan orang lain.
Maslow menjelaskan bahwa manusia membutuhkan rasa memiliki dan diterima dalam lingkungan sosialnya. Kebutuhan ini dapat diperoleh melalui keluarga, pertemanan, rekan kerja, komunitas, organisasi, kelompok agama, hingga tim olahraga.
Hubungan sosial tersebut dapat membuat seseorang merasa diterima, dicintai, dan menjadi bagian dari suatu kelompok.
4. Kebutuhan harga diri
Tingkat berikutnya adalah kebutuhan untuk dihargai dan mendapatkan pengakuan.
Seseorang biasanya ingin merasa dirinya memiliki kemampuan, berkontribusi, dan memiliki nilai. Karena itu, seseorang dapat menekuni pekerjaan, pendidikan, profesi, atau hobi tertentu untuk mendapatkan pencapaian dan pengakuan.
Maslow juga mengaitkan tingkat ini dengan rasa percaya diri. Sebaliknya, rendahnya harga diri dapat membuat seseorang merasa kurang berharga atau membutuhkan pengakuan dari orang lain.
5. Kebutuhan aktualisasi diri
Ini merupakan tingkat paling atas dalam hierarki kebutuhan Maslow.
Aktualisasi diri berkaitan dengan keinginan seseorang untuk mengembangkan potensi dan menjadi versi terbaik dari dirinya.
Bentuknya dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang ingin menjadi orang tua yang baik, mencapai prestasi sebagai atlet, menghasilkan karya seni, atau menciptakan suatu penemuan.
Menurut Maslow, aktualisasi diri berkaitan dengan upaya seseorang mencapai apa yang benar-benar mampu ia capai dan mengembangkan potensinya secara maksimal.
Itulah lima tingkatan dalam Hierarki Kebutuhan Maslow, mulai dari kebutuhan untuk bertahan hidup hingga keinginan mengembangkan potensi diri. Teori ini membantu kita memahami bahwa kebutuhan manusia bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut rasa aman, hubungan sosial, penghargaan, dan pencapaian diri.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.