Kisah Inspiratif Nasikhin, Mantan Pemulung Raih Gelar Doktor UIN Walisongo

Redaksi
0
Dr. Nasikhin (tengah) berfoto bersama tim penguji usai dinyatakan lulus dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Studi Islam di UIN Walisongo Semarang, Selasa 9 Juni 2026. Foto ist.

EDUKASIA.ID - Takdir seseorang memang tak ada yang tahu. Siapa sangka, sosok yang dahulu bermandi peluh membantu ibunya memulung barang bekas, kini sukses meraih gelar Doktor Studi Islam. Dialah Nasikhin, Dosen Luar Biasa (DLB) UIN Walisongo Semarang yang menuntaskan seluruh jenjang pendidikannya melalui beasiswa.

Di hadapan para penguji dan tamu undangan Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Islam di UIN walisongo, Nasikhin berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan dan berpredikat Cumlaude.

"Saudara Nasikhin dinyatakan lulus dengan IPK 3,89. Dengan ini, dinyatakan bahwa saudara Nasikhin adalah Doktor ke-409 yang diluluskan oleh UIN Walisongo Semarang," tegas Ketua Sidang, Prof. Musahadi, Selasa 9 Juni 2026.

Dalam ujian terbuka tersebut, Nasikhin diuji oleh Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. (Rektor UIN Walisongo/ Ketua Sidang/ Penguji), Prof. Dr. H. Raharjo, M.Ed., St. sebagai sekretaris dan penguji, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag. selaku promotor, serta Prof. Dr. Mahfud Junaedi, M.Ag. sebagai kopromotor.

Adapun penguji lainnya yakni Dr. Muhammad Hasan Chabibie, S.T., M.S. (Staf Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI), Prof. Dr. H. Abdul Rohman, M.Ag., Dr. H. Ismail, M.Ag., dan Dr. Agus Sutiyono, M.Ag., M.Pd.

Satu Dasawarsa sebelumnya, pemuda desa itu menghabiskan masa remajanya dengan menyusuri jalanan pedesaan bersama sang ibu untuk mencari barang bekas.

Pada 2012 hingga 2017, aktivitas memulung menjadi bagian dari kesehariannya. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, sang ibu kerap membelikan buku-buku bekas kiloan seharga Rp1.000 atau menerima buku dari warga untuk dijual kembali kepada pengepul.

Namun, sebelum buku-buku itu berpindah tangan, Nasikhin selalu meluangkan waktu untuk membacanya. Dari tumpukan buku bekas itulah tumbuh kegemaran membaca yang kemudian mengantarkannya semakin dekat dengan dunia pendidikan.

Kesempatan melanjutkan pendidikan datang melalui berbagai program beasiswa. Saat kuliah jenjang sarjana di UIN Walisongo Semarang, ia memperoleh beasiswa Bidikmisi. Setelah lulus, ia melanjutkan studi magister melalui beasiswa Lulusan Sarjana Terbaik UIN Walisongo Semarang.

Perjalanan akademiknya berlanjut hingga program doktor melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama. Dengan dukungan beasiswa tersebut, Nasikhin berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di UIN Walisongo Semarang.

Selain menempuh pendidikan formal, Nasikhin juga aktif dalam dunia akademik. Sejak 2022, ia telah menghasilkan 131 publikasi ilmiah dan menjalin kolaborasi riset internasional dengan akademisi dari Malaysia, Thailand, serta Brunei Darussalam.

Rekam jejak akademiknya diperkuat dengan 12 artikel ilmiah yang terindeks Scopus pada jurnal Q1, Q2, dan Q3. Ia juga memiliki H-Index Scopus 4 dan H-Index Google Scholar 15.

Dalam ujian terbuka tersebut, Nasikhin mempertahankan disertasi berjudul Literasi Artificial Intelligence dan Implikasinya dalam Pengembangan Keterampilan Abad 21 (Studi Kasus pada Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di UIN Walisongo Semarang dan UII Yogyakarta).

Penelitian itu menyoroti pentingnya mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki literasi Artificial Intelligence (AI) yang kuat agar tidak terjebak dalam ketergantungan teknologi tanpa dasar epistemologis.

Melalui riset tersebut, ia menawarkan model literasi AI yang integratif dengan memasukkan dimensi etika digital Islam dan akhlak digital dalam pemanfaatan teknologi.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top