Peserta LKMM-TM 2026 mengikuti rangkaian kegiatan di Udinus Semarang, Rabu 17 Juni 2026. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di wilayahnya. Salah satu bentuk kerja sama yang dikembangkan adalah memanfaatkan hasil riset dan inovasi kampus sebagai bahan dalam penyusunan kebijakan publik.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2026 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Rabu 17 Juni 2026.
Menurut Taj Yasin, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kerja sama yang terjalin tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberi manfaat nyata.
"Sebuah program dan kebijakan harus didasari kajian, penelitian, dan literasi keilmuan," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini puluhan perguruan tinggi di Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng. Sejumlah kolaborasi tersebut telah menghasilkan inovasi yang dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.
Salah satunya adalah kerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam pengembangan program desalinasi untuk mengubah air asin menjadi air tawar. Program tersebut ditujukan membantu masyarakat pesisir yang terdampak rob dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kolaborasi juga dilakukan bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam upaya penanganan dan pengelolaan kawasan Rawa Pening. Selain itu, berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah turut dilibatkan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Sementara itu, kerja sama dengan Udinus diwujudkan antara lain melalui hibah produk air minum kemasan Toyaku yang merupakan hasil pengembangan kampus tersebut. Pemprov Jateng dan Udinus juga berkolaborasi dalam edukasi gerakan stop boros pangan serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.
"Masukan-masukan dari kampus dan mahasiswa inilah yang kita ambil untuk menjadi sebuah kebijakan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," kata Taj Yasin.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi yang dipercaya masyarakat. Karena itu, kampus diharapkan terus berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pada kesempatan itu, Taj Yasin juga mengapresiasi pelaksanaan LKMM-TM 2026 yang digagas Udinus. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan memperluas wawasan di tengah perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat.
"Saya berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat untuk menambah literasi. Tadi juga ada narasumber dari Jepang yang mengampanyekan aplikasi lingkungan. Ke depan kami berharap kerja sama antara Pemprov dan kampus, khususnya Udinus, semakin kuat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat," tuturnya.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menurut Taj Yasin perlu disikapi secara bijak. Ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi, katanya, dapat mengurangi budaya belajar di masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2026 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Rabu 17 Juni 2026.
Menurut Taj Yasin, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kerja sama yang terjalin tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberi manfaat nyata.
"Sebuah program dan kebijakan harus didasari kajian, penelitian, dan literasi keilmuan," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini puluhan perguruan tinggi di Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng. Sejumlah kolaborasi tersebut telah menghasilkan inovasi yang dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.
Salah satunya adalah kerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam pengembangan program desalinasi untuk mengubah air asin menjadi air tawar. Program tersebut ditujukan membantu masyarakat pesisir yang terdampak rob dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kolaborasi juga dilakukan bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam upaya penanganan dan pengelolaan kawasan Rawa Pening. Selain itu, berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah turut dilibatkan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Sementara itu, kerja sama dengan Udinus diwujudkan antara lain melalui hibah produk air minum kemasan Toyaku yang merupakan hasil pengembangan kampus tersebut. Pemprov Jateng dan Udinus juga berkolaborasi dalam edukasi gerakan stop boros pangan serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.
"Masukan-masukan dari kampus dan mahasiswa inilah yang kita ambil untuk menjadi sebuah kebijakan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," kata Taj Yasin.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi yang dipercaya masyarakat. Karena itu, kampus diharapkan terus berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pada kesempatan itu, Taj Yasin juga mengapresiasi pelaksanaan LKMM-TM 2026 yang digagas Udinus. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan memperluas wawasan di tengah perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat.
"Saya berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat untuk menambah literasi. Tadi juga ada narasumber dari Jepang yang mengampanyekan aplikasi lingkungan. Ke depan kami berharap kerja sama antara Pemprov dan kampus, khususnya Udinus, semakin kuat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat," tuturnya.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menurut Taj Yasin perlu disikapi secara bijak. Ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi, katanya, dapat mengurangi budaya belajar di masyarakat.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.