Bantu Ibu Jualan di Kantin Sekolah, Fathan Berhasil Lolos Kuliah Gratis di UGM

Arifah
0
Muhammad Fathan Khairul Muna R. Foto UGM

Yogyakarta. EDUKASIA.ID - Perjuangan Muhammad Fathan Khairul Muna R membuahkan hasil. Remaja asal Pekanbaru itu berhasil meraih kesempatan kuliah gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah bertahun-tahun berjuang di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya.

Sebelum berangkat ke sekolah, Fathan memiliki rutinitas yang tak biasa. Sejak dini hari, ia membantu mengantar sang ibu beserta dagangannya ke kantin SMA Negeri 8 Pekanbaru, tempat ibunya mencari nafkah sekaligus sekolah yang ia tempuh.

Sejak ayahnya meninggal dunia, ibunya, Rida Rahayu, menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan di kantin sekolah. Meski hidup sederhana, keluarga mereka tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Fathan mengaku sudah memiliki cita-cita melanjutkan kuliah sejak duduk di bangku SMA. Dukungan penuh dari sang ibu membuatnya semakin yakin mengejar impian tersebut.

“Sejak SMA, saya sudah memiliki keinginan kuat untuk masuk kuliah. Saya suka belajar dan bertemu dengan orang-orang untuk memperluas pengetahuan. Ibu saya juga selalu mendukung dalam hal apa pun, meskipun tidak sesuai atau Ibu pengennya berbeda, tetap mendukung saya dan percaya apa pun pilihannya,” ujar Fathan, Rabu, 1 Juli 2026.

Untuk mewujudkan impiannya, Fathan menjaga nilai akademik sejak semester awal hingga semester lima. Ia juga memberi perhatian lebih pada mata pelajaran ekonomi sebagai bekal untuk masuk Program Studi Akuntansi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Tak hanya fokus di kelas, Fathan juga aktif mengikuti berbagai perlombaan. Salah satu prestasi yang berhasil diraihnya adalah Juara II Lomba Cerdas Cermat Mahkamah Konstitusi tingkat Sumatera.

Saat duduk di kelas XII, ia juga memperoleh Beasiswa 4698 dari para alumni sekolah yang membantu memenuhi kebutuhan selama menempuh pendidikan di SMA.

Meski begitu, perjalanan Fathan tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku beberapa kali gagal dalam kompetisi. Namun pengalaman tersebut justru menjadi penyemangat untuk terus mencoba.

“Awalnya sedih harus menghadapi banyak kekalahan. Tetapi, ini membuat saya untuk terus tetap berani mencoba banyak lomba-lomba lainnya dari akademik hingga non akademik. Prinsip yang selalu saya pegang adalah bahwa setiap kegagalan bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan tanda bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan yang lebih baik,” ungkapnya.

Di balik keberhasilannya, Fathan menyebut ibu dan kakak perempuannya sebagai dua sosok yang paling berjasa. Sang ibu terus meyakinkannya agar tidak menyerah mengejar cita-cita, sedangkan kakaknya memberikan dukungan moral maupun finansial selama proses pendidikan.

Kini, Fathan bersiap memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Ia berharap kisahnya dapat menjadi penyemangat bagi siapa pun yang sedang berjuang meraih mimpi.

“Kalau mimpi kita jauh, kita akan terus mencari cara untuk menuju ke sana. Tidak ada yang mustahil untuk dicapai karena yang memimpikannya adalah kita sendiri,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top