Haul KH Zaenal Asyikin Digelar Agustus, Alumni PPRT Kembali ke Almamater

Redaksi
0
Alumni PPRT Tugurejo Semarang berziarah di makam KH Zaenal Asyikin pada haul tahun lalu. Tradisi ini kembali digelar pada 16 Agustus 2026. Foto Arief

Semarang. EDUKASIA.ID – Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin (PPRT) Tugurejo, Semarang, akan menggelar Haul ke-18 KH Zaenal Asyikin dan Haul ke-2 KH Mustaghfirin pada Ahad, 16 Agustus 2026. Kegiatan yang dirangkai dengan temu alumni itu diperkirakan dihadiri ratusan hingga ribuan alumni dari berbagai daerah.

Haul menjadi momentum silaturahmi sekaligus mengenang jasa dua pengasuh yang membesarkan PPRT hingga dikenal sebagai salah satu pesantren mahasiswa di lingkungan UIN Walisongo Semarang.
 
Ketua Ikatan Alumni PPRT (IKA PPRT), Moh. Abdul Faqih, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tahun ini dipersiapkan bersama oleh para alumni lintas angkatan.

Menurutnya, keterlibatan alumni merupakan bentuk khidmah kepada para guru yang telah mendidik mereka.

"Haul ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum menyambung sanad, mempererat silaturahmi, dan mengenang keteladanan Romo Yai KH Zaenal Asyikin serta KH Mustaghfirin. Seluruh alumni kami ajak ikut berkhidmah menyukseskan kegiatan ini sesuai kemampuan masing-masing," ujarnya Sabtu 25 Juli 2026.

Ia mengatakan, alumni PPRT kini tersebar di berbagai daerah dengan profesi beragam, mulai dari pendidik, ulama, akademisi, birokrat, hingga pelaku usaha. Karena itu, haul menjadi kesempatan untuk kembali ke pesantren dan mempererat persaudaraan.

"Pesantren telah memberi bekal ilmu dan akhlak kepada kami. Melalui haul ini kami ingin menjaga ikatan itu tetap hidup sekaligus mengenalkannya kepada generasi santri berikutnya," katanya.

Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin berdiri pada 1984. Awalnya kompleks tersebut disiapkan sebagai asrama SMP Hasanuddin 6 Tugurejo, sebelum berkembang menjadi pesantren mahasiswa karena tingginya minat mahasiswa UIN Walisongo untuk mondok.

Perkembangannya tidak lepas dari kepemimpinan KH Zaenal Asyikin. Sosok ulama kharismatik itu dikenal hidup sederhana, tetap bertani tambak, dan istiqamah mengajar kitab hingga akhir hayatnya.

Nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan pengabdian itulah yang terus diwariskan kepada para santri. Melalui haul tahunan, para alumni berharap semangat perjuangan para masyayikh tetap terjaga sekaligus memperkuat ikatan keluarga besar PPRT.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top