Kisah Anak Pedagang Kue Raih Predikat Wisudawan Terbaik Itera

Ma'rifah Nugraha
0

Cika Amalia Shabira. Foto Itera.

EDUKASIA.ID - Anak seorang pedagang kue di Bekasi, Jawa Barat, membuktikan keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Cika Amalia Shabira berhasil lulus sebagai sarjana Teknik Kimia sekaligus dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik I pada Wisuda Institut Teknologi Sumatera (Itera) Periode ke-25. Momen haru terjadi saat prosesi wisuda yang digelar Sabtu, 25 Juli 2026.

Cika menyerahkan ijazah kelulusannya kepada sang ibu, Nuzirozul Tuti, yang selama ini berjuang seorang diri membesarkan keluarga setelah ayahnya meninggal dunia pada 2013.

"Anak seorang pedagang kue juga bisa menjadi sarjana dan lulusan terbaik Itera," ungkapan yang menggambarkan semangat Cika.

Sejak kepergian sang ayah, ibunya menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga dengan berjualan kue. Kondisi tersebut membuat Cika sempat khawatir bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Harapan itu akhirnya terbuka setelah ia diterima di Itera sekaligus memperoleh Beasiswa KIP Kuliah. Bantuan tersebut menjadi penopang utama sehingga ia dapat menyelesaikan studinya tanpa terbebani biaya pendidikan.

Cika mengaku, saat pertama kali diterima di Itera, persoalan biaya menjadi hal yang paling dipikirkannya. Namun melalui doa, usaha, dan dukungan Beasiswa KIP Kuliah, ia dapat menjalani perkuliahan dengan lebih tenang dan fokus.

Perjuangannya selama kuliah pun membuahkan hasil. Selain meraih gelar sarjana, Cika juga menerima penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik I yang diserahkan langsung oleh Rektor Itera, Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.

Selama menempuh pendidikan, Cika aktif mengukir berbagai prestasi. Ia menjadi penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2024, terlibat dalam hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen, serta menjadi finalis kompetisi studi kasus tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Lampung dan Universitas Indonesia.

Di balik sederet pencapaiannya, Cika mengatakan sang ibu menjadi sosok yang selalu memberi semangat agar dirinya mampu memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding orang tuanya.

"Untuk adik-adik mahasiswa Itera, jangan pernah menyerah. Beranilah mengambil setiap kesempatan yang ada karena setiap pengalaman akan menjadi bekal untuk berkembang. Tetaplah berusaha, berdoa, dan percaya bahwa setiap kesulitan pasti akan menemukan jalan keluarnya," ujar Cika.

Pada wisuda yang sama, Itera juga menetapkan Erinna Fredella dan Daniel Siburian dari Program Studi Sains Aktuaria sebagai Wisudawan Terbaik II dan III.

Erinna mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan diri melalui organisasi, kompetisi, maupun berbagai kegiatan akademik. Selama kuliah, ia pernah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Video Gagasan Konstruktif (VGK) dengan mengangkat gagasan pelestarian bahasa daerah melalui aplikasi digital.

Sementara itu, Daniel mengingatkan pentingnya manajemen waktu dan kemampuan menentukan skala prioritas. Menurutnya, mahasiswa tetap harus mengutamakan akademik sebelum aktif di organisasi maupun kegiatan lainnya.

Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan waktu dan berani mencoba berbagai pengalaman baru sebagai bekal meraih kesuksesan.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top