Kisah Angel, Penyandang Tunanetra Lolos SNBT UGM

Arifah
0

Angela Electra Vega Suseno. Foto UGM.

Yogyakarta, EDUKASIA.ID - Keterbatasan penglihatan tak menghalangi Angela Electra Vega Suseno meraih mimpinya.

Remaja 17 tahun asal Yogyakarta yang merupakan penyandang tunanetra total sejak kecil itu berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dan diterima di Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Angel, sapaan akrabnya, mengaku bersyukur bisa menjadi mahasiswa baru UGM. Kampus tersebut telah lama menjadi impiannya sejak duduk di bangku SMP.

"Ayah alumni Teknik Elektro, Mama dari MIPA Ilmu Komputer, kakak D4 Teknologi Rekayasa Internet, dan FKKMK. UGM ini juga mimpi sejak SMP," sebutnya, Jumat, 3 Juli 2026.

Angel berasal dari keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap pendidikannya. Ia bercerita kedua orang tuanya dan dua kakaknya merupakan alumni UGM. Bahkan saat masih SMP, sang kakak sempat mendampinginya belajar di kelas sambil menjalani perkuliahan.

Selama bersekolah di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Angel memanfaatkan screen reader di gawainya untuk mengikuti pembelajaran. Guru juga lebih dulu mengirimkan materi dalam format PDF agar lebih mudah diakses.

"Biasanya guru akan mengirim materi dulu dalam bentuk PDF sehingga memudahkan untuk ikut belajar bersama teman-teman lainnya," ujarnya.

Tak hanya fokus belajar, Angel juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Ia bergabung dalam ekstrakurikuler menyanyi, band, dan public speaking.

Sejumlah prestasi pun berhasil diraih, di antaranya Juara Harapan 2 Lomba Mendongeng Bahasa Jawa tingkat Kabupaten Bantul serta Juara 2 Speech Contest on Global Friendship yang digelar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Ia mengaku masa SMA menjadi pengalaman pertamanya menjalani aktivitas sekolah tanpa pendamping. Berbeda dengan saat SD yang selalu didampingi, di SMA ia belajar lebih mandiri dengan dukungan teman-temannya.

"Sehingga saya enggak merasa kesulitan sama sekali untuk mengikuti sampai lulus, terus tenang," ucapnya.

Angel mengatakan pilihan masuk Sosiologi bermula dari rekomendasi guru yang melihat potensinya di bidang tersebut. Setelah mempelajarinya lebih jauh, ia tertarik dengan dunia penelitian dan berharap dapat mengembangkannya saat kuliah.

"Setelah saya baca-baca lagi itu ternyata sosiologi menarik banget karena di situ ada penelitian-penelitian. Sebelumnya pernah ikut lomba-lomba esai, tetapi belum pernah menang. Jadi pengen coba lagi di kuliah," ungkapnya.

Untuk menghadapi SNBT, Angel belajar melalui les privat dan memanfaatkan kanal YouTube Laksana Rangkuman Audio UTBK yang berbasis audio sehingga lebih mudah diakses oleh penyandang tunanetra.

Saat ujian berlangsung, ia menghadapi tantangan baru karena baru pertama kali menggunakan komputer. Sebelum ujian dimulai, panitia memberikan panduan shortcut keyboard agar ia lebih mudah mengerjakan soal.

"Dan untungnya bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi kepanikan itu tidak mengganggu dalam mengerjakan," jelasnya.

Memasuki dunia perkuliahan, Angel mengaku tantangan terbesarnya adalah beradaptasi dengan lingkungan kampus yang berbeda dari sekolah. Ia berencana bergabung dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM serta komunitas yang bergerak di bidang penelitian.

Angel memberikan semangat kepada penyandang disabilitas lain agar tidak menyerah mengejar cita-cita.

"Buat teman-teman tetap semangat karena kita enggak tahu rencana Tuhan tuh indah buat kita. Apapun jalan yang kita pilih selama itu baik, tetap diperjuangkan sampai kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan," ungkapnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top