Catatan minat, bakat, dan cita-cita siswa SDN Bokor dalam program Jelajah Cita mahasiswa MMD UB.. Foto ist.
Malang. EDUKASIA.ID – Kotak-kotak dalam permainan ular tangga di SDN Bokor, Kabupaten Malang, tidak sekadar berisi angka. Setiap kali berhenti, siswa harus menjawab pertanyaan tentang minat, bakat, hingga cita-cita mereka.
Permainan tersebut menjadi bagian dari program Jelajah Cita yang digelar Kelompok 10 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB).
Sebanyak 36 siswa mengikuti kegiatan itu. Sebelum bermain, mereka terlebih dahulu mengisi asesmen sederhana untuk mengetahui sejauh mana telah mengenali minat dan bakat masing-masing.
Dari asesmen tersebut, tiga siswa mengaku belum mengetahui bakat yang dimiliki. Sementara sebagian besar lainnya sudah dapat menyebutkan hal yang disukai maupun cita-cita yang ingin diraih.
Mahasiswa kemudian mengajak siswa mengenali potensi diri melalui materi yang dikemas dengan media pembelajaran bertema tata surya.
Pembelajaran menjadi lebih ramai ketika ular tangga mulai dimainkan. Siswa bergantian melempar dadu, memindahkan pion, lalu menjawab pertanyaan pada kotak tempat mereka berhenti.
Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan kegemaran, kemampuan, profesi, dan sosok yang menginspirasi mereka.
Salah seorang siswa mengaku ingin menjadi petani karena terinspirasi oleh pekerjaan ayahnya.
“Aku ingin menjadi petani karena ayahku keren,” ujarnya di hadapan teman-temannya.
Jawaban itu menjadi salah satu cerita yang menarik perhatian mahasiswa. Bagi mereka, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk pandangan anak tentang pekerjaan dan masa depan.
Penggagas Jelajah Cita, Mariathul Azmi, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu anak mulai mengenali dirinya sejak sekolah dasar.
“Setiap anak yang lahir pasti memiliki mimpi. Kami hanya ingin membantu bahwa setiap impian perlu potensi, minat yang tinggi, serta usaha untuk mewujudkannya. Kami yakin dan percaya bahwa apa pun yang dilakukan hari ini akan berdampak pada kemudian hari,” ungkap Mariathul, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ditutup dengan menulis minat, bakat, cita-cita, dan harapan pada kertas origami. Tulisan para siswa kemudian ditempelkan pada Pohon Cita-Cita.
Jelajah Cita merupakan salah satu program MMD UB yang diarahkan pada penguatan pendidikan karakter dan pengembangan potensi anak. Program tersebut juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas.
Tahun ini, sebanyak 1.000 mahasiswa UB mengikuti MMD di 76 desa pada delapan kabupaten di Jawa Timur, meliputi Malang, Blitar, Ngawi, Lamongan, Kediri, Bojonegoro, Trenggalek, dan Banyuwangi.
Selama satu bulan, mahasiswa menjalankan program bersama pemerintah desa dan masyarakat sesuai kebutuhan di setiap lokasi pengabdian.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.