UIN Walisongo dan Rumah Mualaf Kota Semarang menjajaki kerja sama pendampingan mualaf dalam bidang agama, psikologi, hukum, pendidikan, dan ekonomi. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID – UIN Walisongo Semarang dan Rumah Mualaf Kota Semarang menjajaki kerja sama pendampingan mualaf secara menyeluruh, mulai dari pembinaan keagamaan, psikologi, hukum keluarga, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Rencana kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung KH Sholeh Darat, Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Rabu 29 Juli 2026.
Audiensi dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Walisongo, Dr. Umul Baroroh, M.Ag. Ia didampingi sejumlah Wakil Dekan III dari berbagai fakultas dan pimpinan lembaga.
Sementara itu, Rumah Mualaf Kota Semarang yang merupakan badan otonom MUI Kota Semarang tersebut diwakili Ketua H. Nur Fuad bersama jajaran pengurus.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama lintas fakultas untuk menjawab beragam persoalan yang dihadapi mualaf setelah berpindah keyakinan.
Persoalan itu tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran agama, tetapi juga menyangkut kondisi keluarga, tekanan psikologis, kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, hingga persoalan hukum.
Umul Baroroh menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pendampingan mualaf sejalan dengan tanggung jawab perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi silaturahmi dari Rumah Mualaf. Ini menjadi peluang untuk melaksanakan tugas bersama sebagai lembaga pendidikan melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Umul, pendampingan terhadap mualaf membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan mandiri.
“Pendampingan terhadap para mualaf merupakan tanggung jawab bersama agar mereka dapat hidup sejahtera, baik di dunia maupun di akhirat,” lanjutnya.
Pelaksanaan kerja sama nantinya akan disesuaikan dengan kompetensi setiap fakultas dan unit kerja di lingkungan UIN Walisongo.
Mahasiswa juga berpeluang dilibatkan melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian, maupun program pengabdian kepada masyarakat.
Umul menekankan agar kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama.
“Kerja sama ini jangan hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang terukur sehingga menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi para mualaf,” tegasnya.
Ketua Rumah Mualaf Kota Semarang, H. Nur Fuad, menjelaskan lembaga yang dipimpinnya kini telah memasuki tahun kelima.
Rumah Mualaf awalnya didirikan untuk mendampingi orang-orang yang baru mengucapkan dua kalimat syahadat agar memiliki tempat belajar agama dan menguatkan keimanan.
Namun, dalam perkembangannya, pengurus menemukan bahwa persoalan yang dihadapi mualaf jauh lebih kompleks.
Sebagian mualaf mengalami penolakan keluarga, kehilangan sumber penghasilan, kesulitan ekonomi, hingga tekanan psikologis setelah berpindah keyakinan.
“Awalnya kami hanya fokus pada penguatan akidah dan pembinaan agama. Tetapi setelah berjalan, ternyata persoalan yang dihadapi para mualaf jauh lebih kompleks,” kata Nur Fuad.
Persoalan tersebut, lanjut dia, meliputi aspek ekonomi, keluarga, hukum, dan kondisi psikologis yang membutuhkan pendampingan tenaga berkompeten.
“Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian,” ujarnya.
Nur Fuad menilai UIN Walisongo menjadi mitra yang tepat karena memiliki sumber daya akademik dari berbagai bidang keilmuan.
“Langkah audiensi ini menjadi awal kolaborasi. Kami mengajak UIN Walisongo karena banyak bidang studi yang dimiliki kampus ini dapat bersama-sama membantu menyelesaikan problem yang dihadapi para mualaf di Kota Semarang,” jelasnya.
Sejumlah program yang dirancang meliputi pendampingan psikologis, konsultasi dan bantuan hukum, pembinaan keagamaan, serta pembelajaran Al-Qur’an.
Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan manajemen dakwah dan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi mualaf, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, UIN Walisongo dan Rumah Mualaf Kota Semarang akan menjajaki pembukaan akses pendidikan bagi anak-anak mualaf melalui kolaborasi lintas fakultas dan bidang kemahasiswaan.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.