Berkunjung ke Jombang saat Muktamar NU? Nikmati atmosfer Kota Santri, singgah di 99 masjid, berburu kuliner UMKM, hingga naik becak listrik. Foto muktamar.nu.id.
Jombang. EDUKASIA.ID - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bakal mendatangkan ribuan orang ke Jombang. Ada yang datang sebagai peserta resmi, ada pula yang hadir sebagai penggembira untuk merasakan suasana hajatan besar warga nahdliyin.
Namun berkunjung ke Jombang saat muktamar bukan sekadar mengikuti agenda persidangan. Ada banyak hal yang bisa dinikmati di luar arena utama, mulai dari atmosfer pesantren, keramahan warga, hingga geliat ekonomi rakyat yang ikut tumbuh bersama perhelatan tersebut.
Berikut beberapa alasan mengapa Jombang layak disambangi selama Muktamar NU berlangsung:
1. Melihat Tambakberas Berubah Menjadi "Kota Muktamar"
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Jawa Timur. Saat muktamar berlangsung, kawasan ini berubah menjadi pusat pertemuan ribuan orang dari berbagai daerah.
Panitia menyiapkan 27 titik strategis yang tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari area registrasi, venue sidang, pusat media, posko kesehatan, hingga kawasan bazar dan penginapan. Aktivitas berlangsung hampir tanpa jeda, menciptakan suasana yang berbeda dari hari-hari biasa.
Inilah kesempatan melihat langsung bagaimana sebuah kawasan pesantren bertransformasi menjadi pusat kegiatan berskala nasional. Di satu sisi para santri tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara di sisi lain ribuan tamu datang dan berinteraksi dalam berbagai agenda muktamar.
2. Singgah di 99 Masjid Ramah Muktamirin
Salah satu program yang menarik perhatian menjelang muktamar adalah gerakan 99 Masjid Ramah Muktamirin. Program ini melibatkan puluhan masjid di berbagai wilayah Jombang untuk ikut menyambut tamu yang datang.
Masjid-masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah. Para tamu juga bisa menjadikannya tempat beristirahat, bersilaturahmi, atau sekadar melepas lelah setelah beraktivitas.
Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq mengatakan bahwa muktamar merupakan hajatan seluruh masyarakat Jombang.
"Muktamar bukan hanya milik panitia, bukan hanya milik peserta Muktamar, tetapi menjadi momentum seluruh warga Kabupaten Jombang untuk bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik."
Melalui program ini, pengunjung dapat merasakan langsung tradisi ikramudh dhuyuf atau memuliakan tamu yang tumbuh kuat dalam kultur pesantren.
3. Berburu Kuliner dan Produk UMKM
Tak jauh dari arena kegiatan, pengunjung juga dapat menemukan UMKM Expo dan Bazar Muktamar yang dibuka untuk masyarakat umum.
Area ini menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari makanan dan minuman, busana muslim, produk pesantren, hingga aneka kerajinan usaha mikro. Bazar menjadi ruang pertemuan antara tamu dari berbagai daerah dengan pelaku usaha lokal.
Bagi penggembira, tempat ini bisa menjadi lokasi berburu oleh-oleh sekaligus melihat geliat ekonomi masyarakat yang ikut bergerak berkat datangnya ribuan pengunjung ke Jombang.
4. Merasakan Atmosfer Kota Santri
Julukan Jombang sebagai Kota Santri bukan tanpa alasan. Daerah ini menjadi rumah bagi sejumlah pesantren besar yang memiliki pengaruh luas dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Saat muktamar berlangsung, identitas tersebut terasa semakin kuat. Ribuan kiai, santri, ulama, akademisi, dan warga NU berkumpul dalam satu momentum. Percakapan tentang pesantren, keagamaan, hingga kehidupan sosial mudah ditemui di berbagai sudut kota.
Suasana semacam ini menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung dari luar daerah. Muktamar bukan hanya tentang forum organisasi, tetapi juga kesempatan melihat dari dekat kehidupan masyarakat pesantren yang selama ini dikenal melalui buku, pengajian, maupun kisah para ulama.
5. Menikmati Mobilitas dengan Becak Listrik
Pemandangan menarik lainnya adalah hadirnya 200 unit becak listrik yang disiapkan untuk menunjang mobilitas di sekitar lokasi kegiatan.
Moda transportasi ini menjadi salah satu fasilitas yang cukup unik dalam penyelenggaraan muktamar. Selain membantu pergerakan tamu, becak listrik juga menawarkan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Panitia juga menyiapkan armada bus dari Bandara Juanda, kendaraan operasional di stasiun dan terminal, serta dukungan transportasi dari jaringan alumni Bahrul Ulum.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh menegaskan seluruh tamu yang datang ke Jombang untuk mengikuti muktamar akan mendapatkan layanan transportasi.
"Siapapun, pokoknya tujuannya untuk muktamar, kita angkut menggunakan bus. Setelah itu baru di sini kita pisah-pisah mana yang delegasi, mana rombongan."
Lebih dari Sekadar Muktamar
Untuk sebagian orang, Muktamar NU mungkin identik dengan forum permusyawaratan organisasi. Namun bagi para penggembira, momentum ini juga menjadi kesempatan menikmati Jombang dari sisi yang berbeda.
Mulai dari suasana pesantren yang hidup, masjid-masjid yang terbuka bagi tamu, bazar UMKM, hingga berbagai fasilitas yang disiapkan masyarakat, semuanya menunjukkan satu hal: Jombang tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan muktamar, tetapi juga tuan rumah yang menyambut warganya dengan tangan terbuka.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.