Kisah Alwan, Alumni Pesantren Tambakberas Raup Omzet Rp150 Juta Berkat Muktamar NU

Moh. Miftahul Arief
0
Logo Muktamar ke-35 NU. Tingginya permintaan merchandise bertema muktamar menjadi berkah bagi pelaku UMKM lokal, termasuk Ahmad Arif Alwan, alumni Pesantren Tambakberas Jombang.. Foto muktamar.nu.id.

Jombang. EDUKASIA.ID - Ahmad Arif Alwan (31) tengah menikmati masa tersibuk selama menjalankan usaha konveksi. Alumni Pesantren Tambakberas Jombang itu kebanjiran pesanan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Sejak Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ditetapkan sebagai tuan rumah muktamar, berbagai pesanan merchandise bertema Muktamar NU terus berdatangan ke tempat usahanya. Mulai dari kaos, tas, handuk hingga jersey diproduksi untuk memenuhi kebutuhan peserta maupun masyarakat yang ingin memiliki cendera mata perhelatan akbar tersebut.

Di ruang produksinya, suasana tampak jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Suara mesin jahit dan sablon nyaris tidak berhenti. Tumpukan bahan baku memenuhi sudut ruangan, sementara produk yang telah selesai dikerjakan menunggu proses pengepakan sebelum dikirim kepada pemesan.

Alwan mengaku lonjakan pesanan menjelang muktamar membawa dampak signifikan bagi usahanya. Bahkan omzet yang diperoleh mencapai sekitar Rp150 juta.

"Alhamdulillah, menjelang Muktamar ke-35 NU ini pesanan meningkat cukup signifikan. Omzetnya bisa mencapai sekitar Rp150 juta," ujarnya, dilansir dari muktamar.nu.id, Jumat 21 Agustus 2026.

Usaha konveksi yang dirintis sejak 2016 itu mengalami peningkatan aktivitas produksi hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, Alwan bersama 11 pekerjanya harus bekerja lebih intensif dari biasanya.

Beragam pesanan datang silih berganti. Namun, produk yang paling banyak diminati adalah kaos bertema Muktamar ke-35 NU.

Hingga pertengahan Agustus 2026, sedikitnya 2.000 kaos telah diproduksi. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat pelaksanaan muktamar masih beberapa hari lagi.

"Kalau dibandingkan hari biasa, omzet sekarang bisa naik sekitar tiga kali lipat. Momentum Muktamar ini sudah cetak 2 ribu kaos. Padahal Muktamar masih satu pekan lagi," katanya.

Selain kaos, Alwan juga menerima pesanan tas, handuk dan jersey. Harga produk yang dipasarkan bervariasi. Kaos dijual sekitar Rp70 ribu per potong, sedangkan produk lainnya berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp120 ribu sesuai jenis dan spesifikasi pesanan.

Bagi Alwan, momen ini bukan sekadar peluang untuk meningkatkan pendapatan usaha. Ada kebanggaan tersendiri yang ia rasakan sebagai alumni santri Tambakberas.

Ia mengaku bersyukur dapat ikut mengambil bagian dalam menyambut agenda besar NU yang digelar di pesantren tempat dirinya pernah menimba ilmu.

"Alhamdulillah, sebagai alumni santri Tambakberas kami ikut bangga. Semoga muktamar berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang terbaik," tuturnya.

Muktamar ke-35 NU bukan hanya menghadirkan ribuan peserta dan penggembira dari berbagai daerah. Perhelatan tersebut juga membawa dampak positif bagi pelaku UMKM lokal, termasuk Alwan yang merasakan langsung berkah dari meningkatnya kebutuhan berbagai produk pendukung kegiatan.

Momentum itu menjadi pengalaman berharga bagi alumnus Tambakberas tersebut. Setelah hampir satu dekade membangun usaha secara bertahap, ia kini merasakan salah satu periode paling sibuk sekaligus paling produktif dalam perjalanan bisnisnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top