4 Catatan Peneliti BRIN Jelang Muktamar NU 2026

Redaksi
0
peneliti BRIN Prof Siti Zuhro memaparkan empat catatan penting tentang kepemimpinan, ekonomi, dan literasi. Foto muktamar.nu.id.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. R. Siti Zuhro, menyampaikan sejumlah catatan terkait tantangan yang dihadapi organisasi ke depan.

Siti Zuhro menyoroti empat hal yang dinilai penting untuk menjadi perhatian. Dilansir dari muktamar.nu.id, hal tersebut yakni peran global NU, penguatan ekonomi warga, tata kelola organisasi, serta literasi keagamaan di era digital.

Berikut 4 catatan penting dari peneliti BRIN tersebut jelang muktamar NU ke-35:

1. Memperkuat Peran NU di Tingkat Global


Menurut Prof. Siti, NU sejak awal hadir sebagai representasi Islam moderat yang menghargai tradisi, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan. Modal tersebut dinilainya menjadi kekuatan penting untuk memainkan peran yang lebih luas di tingkat global.

Ia mengatakan, pemimpin NU mendatang perlu memiliki kapasitas untuk memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin dalam berbagai isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.

"Fikrah Nahdliyyah calon ketua umum NU mendatang idealnya memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam memperjuangkan Islam rahmatan lil 'alamin di panggung dunia global. Kepemimpinan NU harus mampu mengambil peran strategis, seperti menentang genosida yang terjadi di Palestina serta menjadi pelopor perdamaian dunia," ujarnya, Kamis 21 Agustus 2026.

2. Mengonsolidasikan Kekuatan Ekonomi Warga


Prof. Siti mengibaratkan warga NU seperti lidi yang diikat menjadi sapu. Masing-masing memiliki kekuatan dan aktivitas sendiri, namun akan lebih bermanfaat jika terhubung dalam gerakan yang terorganisasi.

Menurutnya, salah satu tantangan bagi kepemimpinan NU ke depan adalah mengonsolidasikan potensi ekonomi warga yang tersebar di berbagai sektor usaha.

Ia menilai pengembangan jaringan koperasi maupun kerja sama ekonomi berbasis komunitas dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.

"Pemimpin NU harus mampu mengikat keberagaman itu ke dalam wadah yang solid," katanya.

3. Mendorong Tata Kelola yang Adaptif


Selain penguatan ekonomi, Prof. Siti juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, prinsip sami'na wa atha'na tetap penting dalam relasi sosial antara guru dan murid sebagai wujud penghormatan terhadap ulama. Namun, budaya berpikir kritis tetap perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran maupun pengelolaan organisasi.

Karena itu, ia mendorong penguatan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi dalam tata kelola NU.

Prof. Siti menambahkan, pemimpin yang baik setidaknya memiliki empat karakter utama dalam tradisi kepemimpinan Islam, yakni siddiq (jujur), amanah (terpercaya), fathonah (cerdas), dan tabligh (komunikatif serta transparan).

4. Mengajak Umat Beragama secara Cerdas


Catatan terakhir berkaitan dengan fenomena maraknya konten keagamaan di ruang digital.

Prof. Siti menegaskan bahwa Islam tidak membedakan antara ilmu agama dan ilmu umum. Keduanya sama-sama penting sebagai sarana memahami ciptaan Tuhan dan membangun peradaban.

Di tengah banjir informasi di media sosial, ia mengingatkan pentingnya membangun budaya belajar yang kuat, termasuk membiasakan masyarakat untuk memeriksa sumber ilmu dan memperdalam rujukan keagamaan.

Menurutnya, umat tidak boleh mudah terpengaruh oleh penceramah instan atau informasi yang beredar tanpa dasar keilmuan yang jelas.

Ia mendorong NU untuk terus menghadirkan narasi edukatif dan fatwa yang mencerahkan agar masyarakat dapat menjalankan agama dengan landasan ilmu, nalar kritis, dan pemahaman yang memadai.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top