90 Buku PAI dan Bahasa Arab untuk Madrasah Gratis, Unduh di Sini

Arifah
0
Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab. Foto Kemenag.

Jakarta, EDUKASIA.ID - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. 

Buku-buku tersebut tersedia dalam format digital dan bisa diunduh secara gratis melalui website Kemenag.

Sebanyak 58 buku merupakan Buku Teks Utama (BTU) mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Sementara 32 buku lainnya diperuntukkan bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Program Keagamaan (MAPK).

Berikut daftar buku PAI dan Bahasa Arab yang disiapkan Kemenag:

Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab

BTU PAI dan Bahasa Arab untuk madrasah disusun berdasarkan enam fase pembelajaran, yakni Fase A untuk kelas 1-2, Fase B kelas 3-4, Fase C kelas 5-6, Fase D kelas 7-9, Fase E kelas 10, serta Fase F kelas 11-12.

Buku tersebut mencakup lima mata pelajaran:
1. Al-Qur'an Hadis
2. Akidah Akhlak
3. Fikih
4. Sejarah Kebudayaan Islam
5. Bahasa Arab

Buku PAI dan Bahasa Arab MAN Program Keagamaan

Selain BTU untuk madrasah umum, Kemenag menerbitkan buku khusus MAN Program Keagamaan yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.

Untuk kelas 10, 11, dan 12, tersedia:
1. Tafsir
2. Hadis
3. Ilmu Kalam
4. Akhlak Tasawuf
5. Fikih
6. Bahasa Arab (Nahwu-Arab)

Sedangkan untuk kelas 11 dan 12 tersedia:
1. Ilmu Hadis
2. Ilmu Tafsir
3. Ushul Fikih
4. Bahasa Arab Tingkat Lanjut
5. Ilmu Hadis (Bahasa Indonesia)
6. Ilmu Fikih (Bahasa Indonesia)
7. Ilmu Tafsir (Bahasa Indonesia)

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno mengatakan seluruh buku tersebut disiapkan untuk memudahkan siswa dan guru madrasah memperoleh bahan ajar.

“Kita sudah siapkan 90 buku mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Semua bisa diunduh melalui website Kementerian Agama secara gratis,” tegas Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

“Ini semua kita siapkan untuk memudahkan siswa dan guru madrasah, sekaligus menjadi langkah kami untuk ikut berkontribusi dalam penguatan literasi,” sambungnya.

Menurut Amien, penerbitan BTU merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Kemenag bertanggung jawab menyediakan bahan ajar yang bermutu bagi siswa madrasah.

“Buku-buku ini ditulis dengan tahapan dan penjenjangan yang terorganisir. Penjaringan penulis secara ketat, telaah oleh reviewer, evaluasi oleh penilai dan juga diawasi oleh supervisor dengan pelibatan penuh PBAL2K (Pusat Penilaian Buku Agama Lektur dan Literasi Keagamaan) Kemenag RI,” jelas Amien Suyitno.

"Buku ini disajikan dalam format digital agar lebih efisien serta memudahkan akses guru dan siswa," lanjutnya.

Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah menambahkan, penerbitan buku tersebut dilakukan seiring dengan terbitnya KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA dan MAK.

“Materi ajar BTU ini dikemas dengan pendekatan yang mudah dipahami guna membentuk karakter dan moral yang kokoh. Pada jenjang MI dan MTs, materi disajikan secara interaktif agar siswa dapat mengamalkan nilai-nilai Islam yang ramah dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari. Untuk siswa di tingkat menengah atas, materi BTU dirancang dengan analisis yang lebih mendalam guna membekali mereka menghadapi tantangan zaman modern,” papar Nyayu Khodijah.

BTU juga memuat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan konsep Panca Cinta, yaitu Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta Tanah Air.

“Murid madrasah tidak saja dibekali dengan pengetahuan tetapi juga dilatih menjadi insan yang memiliki cara berpikir, bersikap, dan bertindak moderat,” paparnya.

“Moderat yang dimaksud adalah bersikap saling toleran, saling menghormati, menghindari sikap klaim kebenaran eksklusif (memandang benar sendiri), menghindari tindak kekerasan baik fisik maupun psikis, dan menghormati budaya local,” tambahnya.

Nyayu mengatakan BTU merupakan dokumen yang dinamis dan dapat disempurnakan sesuai perkembangan zaman. Masukan dari berbagai pihak juga akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki buku PAI dan Bahasa Arab.

“BTU ini adalah dokumen hidup yang dinamis, fleksibel, memungkinkan disempurnakan sesuai tuntutan zaman, terbuka untuk diberi saran dan kritik. Saran dan masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan penyempurnaan buku PAI dan Bahasa Arab sehingga dapat memberi manfaat yang lebih luas.”

Untuk siswa MAPK, Kemenag juga menyediakan materi pengayaan dengan pembahasan yang lebih spesifik, mulai dari kajian literasi tingkat tinggi hingga tata bahasa Arab lanjutan.

“Kementerian Agama juga menyediakan materi pengayaan keilmuan yang sangat spesifik bagi siswa Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK). Buku-buku digital khusus MAPK ini memuat kajian literasi tingkat tinggi, pemahaman teologi dari berbagai perspektif, studi perbandingan mazhab, hingga penguasaan tata bahasa Arab lanjutan,” tandasnya.

Unduh buku, klik di sini.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top