Pelatihan Mandarin Ma’arif NU Jateng, 17 Peserta Digaransi Langsung Interview Kerja

Redaksi
0

Pelatihan Mandarin Pra-Kerja Ma’arif NU Jateng bersama BRCC Indonesia di Pesantren KH Sholeh Darat diikuti 17 peserta yang disiapkan memasuki dunia industri. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID – LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan BRCC Indonesia menggelar Program Pelatihan Mandarin Pra-Kerja bagi 17 peserta. Pelatihan berlangsung di Pondok Pesantren KH. Sholeh Darat, Ngaliyan, Kota Semarang, 6 Agustus hingga 11 September 2026.

Program ini membekali peserta dengan kemampuan bahasa Mandarin untuk mendukung kesiapan memasuki dunia kerja, khususnya di perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja berbahasa Mandarin.

Pembukaan pelatihan digelar pada 5 Agustus 2026 di Aula Ponpes KH. Sholeh Darat. Hadir Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani, Sekretaris LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Muhammad Ahsanul Husna, General Manager BRCC Indonesia Mario Agustian Lasut, dan Pengasuh Ponpes KH. Sholeh Darat KH. Musyafa’ Rusdi.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan kebutuhan tenaga kerja yang menguasai bahasa Mandarin menjadi peluang bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi.

“Banyak perusahaan China yang membutuhkan tenaga kerja, tapi kita kekurangan SDM yang bisa bahasa Mandarin. Maka peluang ini diambil oleh LP Ma’arif Jateng untuk memenuhi kebutuhan itu,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan Mandarin dapat meningkatkan daya saing peserta dalam menghadapi dunia kerja.

“Bahasa Mandarin dengan karakter dan nada yang unik adalah kunci pembuka pintu sukses kalian. Percayalah, kalian saat ini sedang melipatgandakan nilai jual dan daya saing Anda di dunia kerja,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager BRCC Indonesia Mario Agustian Lasut menyebut kebutuhan tenaga kerja berbahasa Mandarin cukup besar pada perusahaan mitra BRCC, termasuk di tiga kawasan industri di Jawa Tengah.

“Jadi tidak perlu khawatir. Kami menggaransi, selesai pelatihan kita carikan perusahaan dan kalian tinggal interview,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta dibimbing laoshi atau guru bahasa Mandarin dari Tiongkok. Materi difokuskan pada kemampuan komunikasi praktis untuk mendukung interaksi peserta di lingkungan kerja.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan tenaga kerja industri dengan peningkatan kompetensi bahasa Mandarin bagi calon tenaga kerja.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top