Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Adriano Jeconia Padama. Foto Undip.
Semarang, EDUKASIA.ID - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Adriano Jeconia Padama mendapat beasiswa double degree ke Inggris setelah menyuarakan persoalan harga beras di daerah asalnya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Mahasiswa Program Studi S1 Hubungan Internasional (HI) itu mendapat beasiswa dari Undip untuk melanjutkan pendidikan di Magister Administrasi Publik dan MA in Politic, Governance & Public Policy di Sheffield University Inggris setelah menyelesaikan program S1.
“Sebagai bentuk penghargaan, maka UNDIP memberikan beasiswa kepada Adriano untuk bisa berkuliah double degree di Magister Administrasi Publik dan MA in Politic, Governance & Public Policy di Sheffield University Inggris selepas ia menyelesaikan program S1 HI,” kata Rektor UNDIP.
Nantinya, Adriano akan menjalani pendidikan selama satu tahun di Undip dan satu tahun di Inggris.
Adriano yang akrab disapa Dede sebelumnya menjadi sorotan setelah menyampaikan keluhan mengenai tingginya harga beras di Alor secara langsung kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Aspirasi itu disampaikan saat Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Undip Tahun Akademik 2026/2027, Kamis, 6 Agustus 2026.
Usai menyampaikan aspirasi tersebut, Dede kemudian ikut bersama rombongan Menteri Pertanian meninjau langsung kondisi di Alor selama empat hari.
Setelah kembali ke Semarang, Dede tiba di kampus Undip pada Minggu sore, 10 Agustus 2026.
Ia diantar Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, bersama rombongan.
Kedatangannya disambut Rektor Undip, Prof. Dr. Suharmono, S.E., M.Si. dan jajaran di Ruang Sidang Rektor, Widya Puraya.
Dalam kesempatan tersebut, Dede menceritakan hasil kunjungannya ke Alor. Pemerintah langsung melakukan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan di daerah tersebut.
“Kemarin setelah saya ke Alor bersama bapak menteri, pemerintah langsung memberikan penyaluran Bantuan Pangan alokasi tiga bulan di Alor, sekaligus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak untuk menekan dan mengendalikan kenaikan harga beras. Selain itu, dua gudang Bulog di Alor kini telah terisi penuh pasokan beras untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat setempat” kata Dede
Menurut Dede, perhatian pemerintah juga diarahkan pada persoalan pertanian dalam jangka panjang. Sejumlah bantuan sarana produksi disiapkan untuk masyarakat hingga wilayah desa terpencil.
“Setelah peninjauan langsung hingga ke desa terpencil, pemerintah juga akan memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana produksi tani, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, 20 unit pompa air, hingga rencana pembangunan sumur bor untuk mengatasi kendala irigasi”
Pemerintah juga memberikan bantuan bibit unggul berupa padi dan kelapa. Pengembangan bibit kakao turut menjadi perhatian untuk mendorong produksi petani lokal.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produksi secara mandiri sekaligus menjadi bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan di Alor secara berkelanjutan.
Kunjungan itu juga menjadi momentum bagi Bulog untuk memberikan perhatian lebih terhadap wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Rektor Undip menilai keberanian Dede menyampaikan persoalan di daerah asalnya patut diapresiasi. Apalagi, aspirasi tersebut disampaikan kepada pengambil kebijakan dan kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung ke Alor.
Menurut Rektor, mahasiswa tidak cukup hanya aktif di ruang perkuliahan. Generasi muda juga perlu berani menyampaikan pendapat berdasarkan kondisi nyata, dengan tetap santun dan bertanggung jawab.
Terlebih, keberanian tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi.
Kisah Dede dinilai menjadi contoh bahwa pendidikan tinggi tidak hanya membentuk kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan keberanian menggunakan pengetahuan untuk menghadirkan manfaat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat yang diharapkan dapat diwujudkan mahasiswa melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.