Cara Mengatasi Keracunan Makanan, Termasuk Saat Diduga Keracunan MBG

Arifah
0


Mbg. Foto BGN.

Jakarta, EDUKASIA.ID - Keracunan makanan bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Gejalanya dapat berupa mual, muntah, diare hingga tubuh lemas akibat kehilangan banyak cairan.

Belakangan, dugaan keracunan makanan juga terjadi dalam sejumlah kasus yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini membuat masyarakat perlu mengetahui langkah pertolongan awal ketika mengalami gejala keracunan makanan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan mencegah kondisi semakin parah.

1. Perbanyak minum

Muntah dan diare dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Karena itu, kebutuhan cairan perlu segera dipenuhi untuk mencegah dehidrasi.

Air putih dapat diminum secara perlahan dan sedikit demi sedikit, tetapi lebih sering. Minuman elektrolit juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

Selain itu, makanan berkuah atau sup dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

2. Pilih makanan yang mudah dicerna

Saat gejala baru muncul, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Setelah kondisi mulai membaik, pilih makanan yang mudah dicerna.

Bubur, kentang, pisang, dan madu dapat menjadi pilihan. Makanan sebaiknya rendah lemak, rendah serat, serta tidak banyak menggunakan bumbu.

Untuk sementara, hindari makanan pedas, berminyak, dan asam karena berpotensi memperparah keluhan.

Minuman beralkohol dan berkafein juga sebaiknya dihindari. Begitu pula susu, terutama bila justru membuat diare atau keluhan perut semakin berat.

3. Jangan sembarang minum obat

Diare dan muntah merupakan respons tubuh untuk mengeluarkan zat atau kuman yang mengganggu saluran pencernaan.

Karena itu, penggunaan obat penghenti diare seperti loperamide sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama pada awal munculnya gejala.

Antibiotik juga tidak selalu dibutuhkan. Obat tersebut hanya bekerja terhadap bakteri dan tidak dapat mengatasi keracunan yang disebabkan oleh virus atau parasit.

Penggunaan obat sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar sesuai dengan penyebab dan kondisi pasien.

4. Bisa mencoba air jahe

Rasa mual dan tidak nyaman pada perut dapat dicoba diredakan dengan minuman jahe. Jahe dikenal memiliki efek yang dapat membantu memberikan rasa nyaman pada saluran pencernaan.

Saat kondisi mulai pulih, asupan yang mengandung probiotik seperti yoghurt juga dapat dikonsumsi untuk membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Namun, pada sebagian orang, produk susu dapat memperburuk diare. Karena itu, yoghurt sebaiknya dikonsumsi ketika kondisi tubuh sudah mulai membaik dan dihentikan bila keluhan justru bertambah.

5. Istirahat yang cukup

Keracunan makanan dapat membuat tubuh kehilangan banyak energi. Istirahat yang cukup dibutuhkan agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi dan melawan penyebab infeksi.

Jangan memaksakan aktivitas ketika tubuh masih lemas, terutama bila masih mengalami muntah atau diare.

6. Segera ke dokter jika muncul tanda bahaya

Tidak semua kasus keracunan makanan dapat ditangani sendiri di rumah.

Segera periksakan diri ke dokter jika muntah atau diare berlangsung terus-menerus, tubuh mengalami tanda-tanda dehidrasi, terdapat darah dalam muntah atau tinja, demam tinggi, nyeri perut berat, penurunan kesadaran, kejang, atau kondisi semakin memburuk.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah juga perlu mendapat perhatian lebih.

Jika keracunan diduga berkaitan dengan makanan dari program MBG atau terjadi pada banyak orang dalam waktu bersamaan, pemeriksaan medis juga penting. Selain untuk menangani kondisi pasien, pemeriksaan dapat membantu memastikan penyebab dan tingkat keparahan keracunan.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai penanganan awal saat mengalami keracunan makanan. Jika gejala tidak kunjung membaik atau muncul tanda bahaya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top