Ma’ruf Kenalkan Budikdamber sebagai Keterampilan Produktif untuk Warga Ngaliyan

Moh. Miftahul Arief
0
Penyerahan simbolis alat Budikdamber kepada perwakilan peserta oleh H. Ma’ruf, S.Pd.I. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Kesejahteraan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga kemampuan masyarakat memproduksinya secara mandiri. Pengetahuan dan keterampilan budidaya menjadi salah satu bekal yang dapat dikembangkan dari lingkungan keluarga.

Hal itu disampaikan H. Ma’ruf, S.Pd.I. saat menjadi narasumber dalam pelatihan budidaya ikan dan sayuran dalam ember (Budikdamber) bagi warga di Perum PP Ngaliyan, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa 8 September 2026.

Menurut Ma’ruf, keterampilan yang diperoleh masyarakat melalui pelatihan dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjadi kegiatan produktif.

“Semoga bisa menjaga kemandirian pangan dan bisa menjadi entrepreneur baru di bidang perikanan,” kata Ma’ruf.

Dalam pelatihan yang digelar Dinas Perikanan Kota Semarang, warga diberikan edukasi teknik Budikdamber yang memungkinkan ikan dan sayuran dibudidayakan dalam wadah sederhana.

Metode tersebut dapat diterapkan di rumah, termasuk pada lingkungan dengan keterbatasan lahan.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan, peserta juga memperoleh dukungan berupa bibit lele dan pakan.

Bantuan tersebut menjadi sarana bagi warga untuk langsung mempraktikkan materi yang diperoleh setelah pelatihan.

Ma’ruf mengatakan, pelatihan dan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat.

“F-PKB peduli kepada masyarakat dengan pelatihan dan pemberian bantuan bibit lele, pakan dan lain-lain,” ujarnya.

Ma’ruf, yang merupakan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKB, turut mendorong kegiatan tersebut bagi warga yang menjadi bagian dari konstituennya.

Bagi masyarakat, proses belajar dalam Budikdamber tidak berhenti pada pengenalan teknik. Warga memiliki kesempatan untuk mencoba, merawat, hingga mengembangkan hasil budidaya secara mandiri.

Salah stau peserta, Choiriyah mengaku sennag mendapat ilmu baru, ilmu tersebut diharapkan dapat berimbas positif untuk kesejahteraan dan lingkungan.

"Alhamdulillah, mendapatkan edukasi tentang teknik Budikdamber, kita bis amemnafaatkan di lahan yang terbatas, semoga bermnafaat," ujarnya.

Model pembelajaran berbasis praktik seperti ini sekaligus memperkenalkan keterampilan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Pengetahuan mengenai budidaya dapat menjadi bekal bagi keluarga untuk memanfaatkan ruang yang tersedia secara lebih produktif.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top