Ketua SETIA WS Semarang, Dr. Hj. Uswatun Marhamah, S.Ag., M.Pd. dengan narasumber Prof. Dr. Fihris, M.Ag. berfoto bersama para dosen peserta Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) di Kampus SETIA WS Semarang, Jumat 11 September 2026. Foto ist.
Semarang, EDUKASIA.ID - Perguruan tinggi dituntut menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Karena itu, penyusunan kurikulum tidak lagi hanya berfokus pada materi yang diajarkan, tetapi pada capaian yang harus dimiliki mahasiswa setelah lulus.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam workshop penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) bagi dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (SETIA WS) Semarang di Kampus SETIA WS Pedurungan, Jumat Jumat 11 September 2026.
Narasumber workshop, Prof. Dr. Fihris, M.Ag., menjelaskan bahwa pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai dasar utama dalam pengembangan kurikulum.
Menurutnya, penyusunan kurikulum diawali dengan perumusan profil lulusan yang ingin dihasilkan program studi. Dari profil tersebut kemudian diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, hingga strategi pembelajaran dan evaluasi.
“OBE berorientasi pada outcome atau capaian yang harus dimiliki mahasiswa setelah lulus. Karena itu, seluruh perangkat kurikulum harus mengarah pada pencapaian kompetensi tersebut,” ujarnya.
Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang itu menjelaskan, dalam pendekatan OBE proses pembelajaran juga diarahkan menggunakan paradigma Student Centered Learning (SCL) atau berpusat pada mahasiswa.
Selain itu, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pelaksanaan pembelajaran, hingga sistem penilaian harus dirancang untuk mendorong ketercapaian CPL yang telah ditetapkan.
Menurut Fihris, keberhasilan implementasi OBE tidak hanya ditentukan oleh dokumen kurikulum, tetapi juga konsistensi pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi yang mengacu pada capaian lulusan.
Sementara itu, Ketua SETIA WS Semarang, Dr. Hj. Uswatun Marhamah, S.Ag., M.Pd., berharap workshop tersebut menjadi langkah awal penguatan kurikulum di lingkungan kampus.
“Semoga awal yang baik untuk penyusunan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE),” ujar Uswatun.
Menurutnya, penyusunan kurikulum berbasis OBE penting untuk memastikan proses pendidikan di SETIA WS tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada kompetensi yang harus dimiliki lulusan.
Karena itu, proses penyusunan kurikulum diharapkan dapat semakin memperjelas profil dan kompetensi lulusan yang akan dihasilkan SETIA WS.
Uswatun berharap kurikulum yang disusun nantinya selaras dengan kebutuhan mahasiswa, perkembangan keilmuan, tuntutan dunia kerja, serta arah pengembangan institusi.
“Kita berikhtiar untuk senantiasa menguatkan budaya Akademik SETIA WS, mohon dukungan semua,” bebernya.
Penguatan tersebut, lanjut Uswatun, tidak hanya menyentuh aspek kurikulum, tetapi juga mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kualitas dosen dan tenaga kependidikan.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.