
Ilustrasi. Foto Magnific.
Malang, EDUKASIA.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) memperluas cara pandang dalam mencari ilmu.
Menurutnya, sumber pengetahuan tidak hanya berasal dari buku, dosen, dan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dari alam, intuisi, wahyu, ilham, hingga mimpi.
Pesan itu disampaikan Nasaruddin saat mengisi Stadium General pada Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat,
Menag menjelaskan, tradisi keilmuan Islam memiliki kekhasan karena tidak hanya berfokus pada pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar secara formal. Mahasiswa juga perlu memahami berbagai sumber ilmu yang dikenal dalam khazanah Islam.
"Alangkah miskinnya manusia kalau gurunya hanya orang yang hidup. Sumber pelajaran dalam Al-Qur'an itu tidak hanya orang. Kita juga perlu belajar dari alam," ujar Menag.
Menurut Nasaruddin, setidaknya ada lima sumber ilmu yang dapat menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam.
1. Deduksi Akal
Deduksi akal merupakan kemampuan manusia menggunakan nalar untuk memahami berbagai persoalan dan menarik kesimpulan. Melalui akal, manusia dapat mengolah informasi serta mengembangkan pemahaman terhadap berbagai hal yang dipelajari.
2. Intuisi
Menag juga menyebut intuisi sebagai salah satu sumber pengetahuan. Kemampuan ini berkaitan dengan kepekaan manusia dalam menangkap tanda-tanda melalui batin.
Namun, Nasaruddin mengingatkan bahwa intuisi perlu didukung oleh nurani yang terasah. Jika tidak, kemampuan tersebut dapat menjadi tumpul.
"Namun, kemampuan tersebut dapat menjadi tumpul ketika nurani manusia tidak terasah," ucapnya.
3. Wahyu
Wahyu menjadi sumber informasi sekaligus konfirmasi dalam Islam. Nasaruddin menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan sumber utama yang menjadi landasan umat Islam dalam memahami kehidupan dan ilmu pengetahuan.
4. Ilham
Sumber ilmu berikutnya adalah ilham. Menag menjelaskan bahwa ilham berbeda dengan wahyu.
Wahyu merupakan sumber kebenaran yang pasti bagi para nabi, sedangkan ilham berupa pengalaman batin yang tidak memiliki derajat kepastian yang sama. Karena itu, ilham perlu dipahami dan ditempatkan secara proporsional.
5. Mimpi
Nasaruddin turut memasukkan mimpi sebagai salah satu fenomena yang dikenal dalam tradisi keislaman. Ia mencontohkan kisah Nabi Yusuf serta peristiwa penyembelihan kurban yang berkaitan dengan mimpi Nabi Ibrahim.
"Mimpi itu, alam bawah sadar itu superpower manusia. Para nabi dan wali memiliki kemampuan mengakses itu, sehingga mampu menemukan banyak kebenaran," jelasnya.
Menag menilai, kelima sumber tersebut menunjukkan luasnya pendekatan dalam tradisi keilmuan Islam. Mahasiswa PTKI diharapkan tidak hanya mengandalkan satu metode dalam memperoleh pengetahuan, tetapi juga mempelajari berbagai sumber ilmu yang tersedia dalam khazanah Islam.
"Al-Qur'an menyediakan semuanya," kata Menag.
Selain membahas sumber ilmu, Nasaruddin juga menyinggung tradisi kritik hadis yang dikembangkan para ulama, termasuk Imam Bukhari. Menurutnya, proses verifikasi hadis yang ketat menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam memiliki mekanisme untuk menguji validitas informasi sebelum diterima sebagai pengetahuan yang sahih.
Ia berharap mahasiswa pascasarjana mampu mengembangkan pola pikir kritis dan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh dari buku maupun ruang kuliah. Mahasiswa juga perlu memperluas pemahaman terhadap berbagai sumber pengetahuan dengan tetap berpegang pada tradisi keilmuan Islam.



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.