
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo bahas AI, inovasi digital, dan kolaborasi riset dengan akademisi Universiti Islam Selangor Malaysia. Foto ist.
Semaang. EDUKASIA.ID - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan penguatan kolaborasi riset menjadi pembahasan utama dalam seminar internasional yang digelar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang bersama akademisi Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia, Rabu 28 Oktober 2026.
Seminar bertajuk Advancing Digital Innovation and Academic Collaboration for Sustainable Digital Transformation itu berlangsung di Teater Rektorat lantai 4 UIN Walisongo. Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Teknologi Informasi tersebut menghadirkan tiga narasumber untuk membahas inovasi penelitian, transformasi pendidikan tinggi berbasis AI, dan perkembangan teknologi informasi.
Dekan FST UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., dalam sambutannya mengatakan, seminar internasional menjadi salah satu upaya memperluas wawasan akademik sekaligus membuka interaksi dengan perguruan tinggi luar negeri.
Menurutnya, perkembangan sains dan teknologi menuntut perguruan tinggi memperbarui pendekatan pembelajaran, memperkuat penelitian, dan membangun jejaring kerja sama.
“Penguatan kolaborasi internasional juga memiliki arti penting bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui pertemuan dengan akademisi dari luar negeri, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal perspektif keilmuan yang berbeda, mengikuti perkembangan riset mutakhir, serta memahami kebutuhan kompetensi di lingkungan profesional yang semakin terhubung secara global,” ujarnya.
Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., yang menyampaikan keynote speech, menekankan pentingnya kesiapan perguruan tinggi menghadapi perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi informasi.
“Di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi informasi, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga mempersiapkan sivitas akademika agar mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi secara kritis serta bertanggung jawab,” kata Musahadi.
Ia juga mengingatkan bahwa transformasi digital tidak cukup dilakukan dengan menyediakan perangkat atau mengadopsi aplikasi.
“Pemanfaatan teknologi tidak cukup sebatas menyediakan perangkat atau mengadopsi aplikasi digital, tetapi harus disertai penguatan kapasitas sumber daya manusia, pembaruan metode pembelajaran, peningkatan kualitas penelitian, serta tata kelola yang mendukung inovasi,” lanjutnya.
Hadirkan Akademisi Universiti Islam Selangor
Seminar tersebut menghadirkan dua akademisi dari UIS Malaysia dan satu dosen UIN Walisongo.
Narasumber pertama, Assoc. Prof. Dr. Mokmin Bin Basri, Project Leader Islamic Innovation Centre for Technology (IICT) UIS, menyampaikan materi Research Innovation and International Academic Collaboration.
Pembahasannya berfokus pada inovasi penelitian dan kerja sama akademik lintas negara. Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi peneliti untuk mengembangkan riset bersama, memperluas jejaring keilmuan, dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.
Selanjutnya, Dr. Noor Azli bin Mohamed Masrop, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Multimedia Kreatif dan Komputer UIS, membawakan materi Artificial Intelligence and Digital Transformation in Higher Education.
Materi ini membahas pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pengelolaan informasi, dan penelitian. Penggunaannya di lingkungan perguruan tinggi juga perlu memperhatikan keterbatasan teknologi, keandalan informasi, serta etika akademik.
Sementara itu, dosen Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo, Syaiful Bakhri, M.MSI., menyampaikan materi Digital Innovation and Emerging Information Technologies.
Ia membahas perkembangan teknologi informasi dan pentingnya kemampuan mahasiswa mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, serta mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Diskusi dan tanya jawab setelah pemaparan materi dimoderatori Dr. Masy Ari Ulinnuha, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo.
Libatkan Dua Fakultas dan Mahasiswa
Kegiatan ini juga melibatkan Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi (HMJ TI).
Melalui seminar tersebut, UIN Walisongo membuka peluang pengembangan kerja sama akademik dengan UIS Malaysia. Bentuk kerja sama yang diharapkan meliputi penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan tidak berhenti pada forum seminar, tetapi dapat berlanjut dalam kegiatan akademik yang lebih konkret.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.