STAI Walisembilan Semarang meninjau visi, misi, dan statuta dalam Raker sekaligus memperkuat tata kelola pada 100 hari kepemimpinan Dr. Uswatun Marhamah, M.Pd. Foto ist.
Yogyakarta. EDUKASIA.ID - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Walisembilan Semarang meninjau visi, misi, tujuan, strategi, dan statuta sebagai bagian dari penguatan tata kelola perguruan tinggi. Agenda tersebut dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) STAI Walisembilan di Yogyakarta, 29-31 Oktober 2026.
Rapat kerja ini menjadi salah satu agenda 100 hari kepemimpinan Ketua STAI Walisembilan Semarang, Dr. Uswatun Marhamah, M.Pd., periode 2026-2030. Kegiatan mengangkat tema "Konsolidasi Strategis dan Penguatan Budaya Mutu Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing".
Uswatun mengatakan, peninjauan visi, misi, tujuan, dan strategi diperlukan agar seluruh unsur kampus memiliki arah pengembangan yang sama.
"Melalui rapat kerja ini, kami ingin menyelaraskan arah kebijakan dan program kerja seluruh unit," ujarnya.
Menurutnya, setiap program harus memiliki target yang jelas, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu perguruan tinggi.
"Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam membangun STAI Walisembilan selama periode kepemimpinan 2026-2030," bebrnya.
Dalam rapat kerja tersebut, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., Guru Besar Ilmu Manajemen Pendidikan UIN Walisongo Semarang, menyampaikan materi reorientasi statuta dan Rencana Strategis (Renstra) menuju tata kelola perguruan tinggi unggul, adaptif, dan berdaya saing berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Fatah menjelaskan, statuta, Renstra, dan SPMI harus menjadi satu kesatuan dalam pengelolaan perguruan tinggi. Statuta menjadi landasan tata kelola dan kewenangan institusi.
Renstra menerjemahkan visi dan misi ke dalam sasaran serta program strategis. Sementara SPMI memastikan pelaksanaan dan peningkatan mutu berjalan secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya program kerja yang memiliki indikator kinerja terukur, target tahunan, penanggung jawab, serta dukungan anggaran. Dengan demikian, keberhasilan program dapat dievaluasi berdasarkan capaian, bukan sekadar jumlah kegiatan yang terlaksana.
Materi rapat kerja juga membahas penguatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kemitraan.
Salah satu agenda strategis yang turut dibahas adalah persiapan perubahan bentuk STAI Walisembilan menjadi institut. Sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan meliputi pengembangan fakultas dan program studi, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor, kecukupan lahan dan sarana prasarana, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal.
Melalui rapat kerja ini, STAI Walisembilan membahas penyelarasan dokumen kelembagaan dan program kerja sebagai dasar pengembangan kampus selama periode kepemimpinan 2026–2030.
Ia juga menekankan pentingnya program kerja yang memiliki indikator kinerja terukur, target tahunan, penanggung jawab, serta dukungan anggaran. Dengan demikian, keberhasilan program dapat dievaluasi berdasarkan capaian, bukan sekadar jumlah kegiatan yang terlaksana.
Materi rapat kerja juga membahas penguatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kemitraan.
Salah satu agenda strategis yang turut dibahas adalah persiapan perubahan bentuk STAI Walisembilan menjadi institut. Sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan meliputi pengembangan fakultas dan program studi, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor, kecukupan lahan dan sarana prasarana, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal.
Melalui rapat kerja ini, STAI Walisembilan membahas penyelarasan dokumen kelembagaan dan program kerja sebagai dasar pengembangan kampus selama periode kepemimpinan 2026–2030.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.