UIN SATU Tulungagung meraih rating Silver STARS AASHE dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia dengan rating yang masih berlaku. Foto ist.
Tulungagung. EDUKASIA.ID - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung meraih rating Silver dalam Sustainability Tracking, Assessment & Rating System (STARS) yang dikelola Association for the Advancement of Sustainability in Higher Education (AASHE).
Capaian tersebut sekaligus menempatkan UIN SATU sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang saat ini memiliki rating STARS yang masih berlaku. Sertifikat rating tersebut dirilis pada 1 Oktober 2026 dan berlaku hingga 1 Oktober 2029.
Rektor UIN SATU, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat komitmen kampus terhadap keberlanjutan, meski tidak seluruh indikator STARS sepenuhnya merepresentasikan konteks perguruan tinggi di Indonesia.
“Alhamdulillah, UIN SATU menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia dengan rating STARS. Meskipun tidak seluruh indikator STARS sepenuhnya merepresentasikan konteks perguruan tinggi di Indonesia, indikator yang masih relevan dapat menjadi catatan dan acuan untuk memperkuat komitmen UIN SATU Tulungagung dalam membangun kampus yang semakin sustainable, selaras dengan semangat ekoteologi,” tegas Prof. Aziz, Sabtu 3 September 2026.
UIN SATU mengirimkan laporan STARS pada 3 Agustus 2026 menggunakan STARS versi 3.0. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan di laman resmi STARS, UIN SATU memperoleh skor 52,88 dan masuk kategori Silver.
Pada laman partisipan STARS, tercatat 390 institusi di dunia yang saat ini memiliki rating STARS yang masih berlaku. UIN SATU menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia dalam daftar tersebut.
Mengukur Keberlanjutan Kampus
STARS merupakan kerangka pelaporan mandiri yang digunakan perguruan tinggi untuk mengukur dan melaporkan kinerja keberlanjutan secara transparan.
Kerangka tersebut dirancang untuk berbagai jenis institusi pendidikan tinggi, mulai dari community college hingga universitas riset. Peserta dapat memperoleh rating Bronze, Silver, Gold, atau Platinum, maupun status STARS Reporter.
Penilaian STARS mencakup lima kategori utama, yakni Academics, Engagement, Operations, Planning & Administration, serta Innovation & Leadership.
Academics mencakup kurikulum dan riset. Engagement melihat keterlibatan kampus dan masyarakat. Sementara Operations mencakup operasional kampus, antara lain pengelolaan air, energi, limbah, dan transportasi.
Adapun Planning & Administration berkaitan dengan perencanaan, tata kelola, serta kesejahteraan sivitas akademika. Innovation & Leadership memberikan ruang penilaian terhadap berbagai inovasi dan kepemimpinan dalam mendorong keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Capaian pada Berbagai Aspek
Laporan STARS UIN SATU menunjukkan capaian pada sejumlah aspek, terutama Academics, yang memiliki bobot penilaian cukup besar dalam keseluruhan rating.
Capaian tersebut merefleksikan integrasi isu sustainability dalam kegiatan akademik, riset, dan pembelajaran di lingkungan UIN SATU.
Pada aspek Operations, salah satu praktik yang dinilai adalah pengelolaan air dan lingkungan melalui program biopori yang telah diterapkan UIN SATU.
Sementara aspek Engagement mencerminkan keterlibatan sivitas akademika dalam penelitian maupun program berbasis sustainability, termasuk kolaborasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah.
Pada aspek Planning & Administration, penilaian turut melihat perhatian kampus terhadap kesejahteraan dan wellbeing sivitas akademika. Berbagai program dan inisiatif inovatif UIN SATU juga berkontribusi pada kategori Innovation & Leadership.
Bukan Sekadar Mengejar Rating
PiC Pemeringkatan AASHE STARS UIN SATU, Nafahatin Nur, S.IIP., mengatakan keikutsertaan UIN SATU dalam STARS tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh rating.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi instrumen bagi kampus untuk mengukur praktik sustainability yang telah berjalan sekaligus melihat aspek yang masih perlu diperkuat.
“Keikutsertaan UIN SATU dalam STARS bukan semata untuk memperoleh rating, tetapi lebih sebagai upaya mengukur dan merefleksikan praktik sustainability di lingkungan kampus UIN SATU Tulungagung melalui standar yang lebih terukur,” ujar Nafahatin.
Ia menambahkan, capaian tersebut membantu UIN SATU melihat praktik-praktik yang telah berjalan dan relevan dengan prinsip sustainability sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat.
Jadi Pijakan Pemeringkatan Berikutnya
Ketua Tim Pemeringkatan UIN SATU, Arman Marwing, M.A., mengatakan STARS merupakan pemeringkatan internasional kedua yang diikuti UIN SATU setelah UI GreenMetric.
Menurut Arman, status sebagai satu-satunya perguruan tinggi Indonesia dengan rating STARS yang masih berlaku tidak hanya menjadi capaian, tetapi juga menjadi pijakan untuk memahami standar keberlanjutan di tingkat global.
“Menjadi satu-satunya dari Indonesia tentu membanggakan, tetapi bagi kami ini lebih sebagai pijakan. Dari STARS kita belajar standar global dan mengetahui aspek yang sudah kuat maupun yang masih perlu dibenahi,” tutur Arman.
UIN SATU, lanjut Arman, berencana mengikuti sejumlah pemeringkatan internasional lainnya, di antaranya QS World University Rankings (QS WUR), Times Higher Education (THE), dan Halal Metrics.
“Sehingga langkah kita pada pemeringkatan berikutnya, termasuk QS WUR, THE, dan Halal Metrics bisa lebih terarah,” lanjutnya.
Selaras dengan Semangat Ekoteologi
Selain menekankan capaian, Prof. Aziz mengajak seluruh sivitas akademika untuk terlibat dalam menjaga dan meningkatkan kinerja keberlanjutan kampus pada periode pelaporan berikutnya.
Ia menilai keberlanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab tim pemeringkatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kampus.
“Keberlanjutan kampus adalah tanggung jawab bersama. Semoga rating Silver ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berkontribusi, baik dalam pembelajaran, penelitian, maupun pengelolaan lingkungan kampus,” ajak Prof. Aziz.
Rating Silver STARS tersebut menjadi salah satu pijakan UIN SATU untuk memperkuat praktik sustainability dalam berbagai bidang, mulai dari pembelajaran dan penelitian hingga pengelolaan sumber daya serta pelibatan masyarakat.
Laporan lengkap UIN SATU dalam pemeringkatan STARS dapat diakses publik melalui laman STARS Reports. Transparansi tersebut menjadi bagian dari prinsip yang diterapkan dalam sistem pelaporan STARS.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.